Riset PT SMI: Sektor Informasi dan Komunikasi Kebal Terhadap Dampak Virus Corona

Senin, 27 Juli 2020 14:38 Reporter : Anggun P. Situmorang
Riset PT SMI: Sektor Informasi dan Komunikasi Kebal Terhadap Dampak Virus Corona Ilustrasi Ekonomi Digital. ©2018 cigionline.com

Merdeka.com - Pandemi Virus Corona telah menimbulkan dampak tak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga perekonomian dan kehidupan sosial yang berimplikasi perlambatan ekonomi pada semester I-2020. PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) melakukan analisis terhadap dampak dari Pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional dan daerah, serta sektor-sektor yang akan unggul di era new normal.

Hasil riset PT SMI menunjukkan sektor informasi dan komunikasi merupakan sektor yang memiliki daya tahan pada masa pandemi Covid-19 dan juga pada era new normal. Selain sektor ini, sektor konstruksi khususnya infrastruktur, sektor industri pengolahan, serta sektor jasa keuangan dan asuransi merupakan sektor-sektor yang diproyeksikan menjadi sektor yang unggul pada era new normal.

Chief Economist PT SMI, I Kadek Dian Sutrisna Artha mengatakan, hasil analisis Divisi Riset Ekonomi PT SMI menunjukkan terjadinya pergeseran peta sektor unggulan untuk provinsi-provinsi di Pulau Jawa pada masa pandemi Covid-19 dan era new normal menuju ke sektor komunikasi dan informasi. Sementara, untuk Provinsi DKI Jakarta, sektor-sektor yang menjadi unggulan pada masa sebelum pandemi Covid-19 tidak mengalami pergeseran di era new normal.

"Untuk Provinsi Banten, sektor konstruksi dan real estate akan tetap menjadi sektor unggulan pada era new normal. Pergeseran sektor unggulan ke sektor informasi dan komunikasi pada era new normal ini berimplikasi pada pentingnya digitalisasi ekonomi untuk mempercepat proses pemulihan perekonomian," ujar Dian di Jakarta, Senin (27/7).

Akibat pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2020 turun drastis menjadi 2,97 persen (yoy) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,07 persen, dan perlambatan ekonomi diperkirakan akan berlanjut di triwulan II 2020. Analisis Divisi Riset Ekonomi PT SMI juga menunjukkan bahwa Bali dan DI Yogyakarta mengalami penurunan laju pertumbuhan ekonomi paling besar dibandingkan provinsi lainnya.

"Hal ini karena ketergantungan ekonomi kedua daerah tersebut kepada sektor pariwisata, sementara sektor tersebut sangat terpengaruh oleh pembatasan mobilitas masyarakat sejak pandemi melanda," jelas Dian.

1 dari 1 halaman

Daerah Lain

Daerah lain yang juga terkena dampak signifikan akibat pandemi adalah daerah yang bergantung pada sumber daya alam seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Gorontalo, Lampung, dan Jambi.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah. Dia menyampaikan, PT SMI tetap mempertahankan komitmen sebagai katalis pembangunan infrastruktur nasional sekaligus menjadi penggerak pembangunan berkelanjutan yang terpercaya yang memberi dampak positif bagi perekonomian, sosial, dan lingkungan.

"PT SMI akan terus memberi dukungan pembiayaan untuk berbagai proyek infrastruktur di seluruh Indonesia yang akan berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Sampai Mei 2020, PT SMI telah menyalurkan pembiayaan ke berbagai proyek infrastruktur yang memberi dampak positif terhadap perekonomian sekaligus menyerap tenaga kerja," katanya.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini