Riset McKinsey: Era Otomatisasi Ciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja di Indonesia

Jumat, 27 September 2019 15:58 Reporter : Merdeka
Riset McKinsey: Era Otomatisasi Ciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja di Indonesia perakitan mobil. shutterstock

Merdeka.com - Risiko dan ketakutan akan kehilangan pekerjaan karena otomatisasi pekerjaan masih menjadi perdebatan publik. Sebab, dengan meningkatnya adopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan, dianggap akan mengubah dunia pekerjaan dan menggeser posisi tenaga kerja.

Padahal, hasil riset McKinsey Indonesia, menunjukkan perubahan teknologi akan membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia, seperti peningkatan produktivitas, pertumbuhan, pendapatan, dan lapangan kerja. Namun, hal ini juga harus diperkuat dengan meningkatkan keterampilan tenaga kerja guna mewujudkan perekonomian Indonesia yang lebih baik.

Hal ini juga ditegaskan oleh President Director PT McKinsey Indonesia, Phillia Wibowo, bahwa untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi, meningkatkan keterampilan dan pelatihan kejuruan sangat diperlukan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

"Fokus kita adalah untuk mempersiapkan transisi keterampilan yang akan diperlukan untuk adopsi teknologi. Indonesia perlu fokus meningkatkan pendidikan dan pelatihan kejuruan untuk mengajarkan keterampilan, memberikan keterampilan baru, dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja untuk era kerja yang baru," ucapnya, Jakarta, Jumat (27/9).

Meski otomatisasi di Indonesia sering terfokus pada risiko masa depan pekerjaan, tetapi penelitian yang dilakukan PT McKinsey Indonesia menunjukkan bahwa pekerjaan baru akan lebih banyak hadir.

Pada 2030 mendatang, Indonesia diprediksi akan menciptakan 27 sampai 46 juta pekerjaan baru. Hal ini sejalan dengan meningkatnya pendapatan, anggaran teknologi, pembangunan infrastruktur, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi.

Dampak dari teknologi baru juga sudah terlihat dalam tenaga kerja Indonesia. McKinsey memprediksikan bahwa perdagangan online dapat secara langsung atau tidak langsung mendukung 26 juta pekerjaan pada 2022 mendatang.

Ditambah lagi dengan pertumbuhan perusahaan seperti Go-Jek dan Grab yang memberi peluang kerja kepada pengangguran di Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa dinamika kewirausahaan dalam kemajuan teknologi memiliki manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini