R&I Naikkan Peringkat Utang, Indonesia Dinilai Masih Menarik di Mata Investor

Rabu, 18 Maret 2020 16:31 Reporter : Anggun P. Situmorang
R&I Naikkan Peringkat Utang, Indonesia Dinilai Masih Menarik di Mata Investor Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Lembaga pemeringkat kredit Rating and Investment Information, Inc. (R&I) telah menaikkan peringkat utang (rating) Indonesia pada posisi BBB+, dengan outlook stable. Sebelumnya pada bulan April 2019, R&I memberikan peringkat utang Indonesia BBB dengan outlook stable.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari mengatakan, dalam laporannya, R&I menyatakan bahwa peningkatan tersebut didasarkan atas penilaian R&I tentang kebijakan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat melanjutkan pertumbuhan yang stabil dalam jangka menengah, menjaga defisit fiskal.

"Kemudian juga mempertahankan rasio utang pada tingkat yang rendah, menjaga cadangan devisa yang cukup untuk utang luar negeri jangka pendek, dan mempertahankan ketahanan ekonomi terhadap guncangan eksternal melalui kebijakan yang menekankan stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal," ujarnya di Jakarta, Selasa (18/3).

Selain itu, R&I memandang positif upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas belanja untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memperkuat daya saing. R&I memperkirakan defisit APBN tahun 2020 akan sedikit berada di atas target pemerintah. Namun, R&I percaya bahwa peningkatan defisit tersebut tidak akan mempengaruhi peringkat kredit.

1 dari 1 halaman

Lebih lanjut, R&I mencermati jumlah obligasi pemerintah yang dipegang oleh non-residen dan utang luar negeri dalam mata uang asing yang membuat struktur utang rentan terhadap fluktuasi di pasar keuangan global. Sikap kebijakan yang fokus pada ekonomi makro, stabilitas dan disiplin fiskal, bersama dengan dorongan kuat untuk melakukan reformasi struktural terus menjadi penting.

Kenaikan peringkat utang R&I ini telah mengkonfirmasi kepercayaan R&I dan investor global tentang fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Walaupun penyebaran virus corona diprediksi dapat menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5 persen pada 2020, R&I tetap berharap ekonomi Indonesia segera pulih setelah pandemik dapat diatasi.

"Mengingat kekuatan ekonomi Indonesia dan lingkungan politik yang stabil. Harapan ini didukung oleh efektivitas kebijakan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tandasnya. [azz]

Baca juga:
BI Catat Utang Asing Indonesia per Januari 2020 Capai Rp6.099 Triliun
Sri Mulyani Siapkan Langkah Stabilisasi Imbal Hasil Surat Utang Pemerintah
ADB Siap Beri Utang ke Indonesia Sebesar Rp38,44 Triliun
Yenny Wahid: Garuda Indonesia Tidak Boleh Terbitkan Utang Baru
Banyak Tebar Insentif, Sri Mulyani Akui Utang Akan Makin Banyak Dibutuhkan
Utang Pemerintah Januari 2020 Capai Rp4.817,5 Triliun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini