Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RI Masuk Peringkat 2 dengan Kinerja Perbankan Berkelanjutan di ASEAN

RI Masuk Peringkat 2 dengan Kinerja Perbankan Berkelanjutan di ASEAN Aktifitas Teller Bank BRi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia berhasil menempati posisi ke-2 lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) pada 38 bank di ASEAN. Hal itu tertulis dalam laporan WWF Sustainable Banking Assessment (SUSBA) edisi ke-4 di Singapura pada Selasa, 21 September 2020.

Laporan SUSBA tahun ini, 75 persen bank-bank di ASEAN mengalami perkembangan yang signifikan. Hampir 30 persen bank mengalami peningkatan setidaknya 10 persen dari penilaian SUSBA di tahun 2019. Bank yang memenuhi separuh dari total 70 kriteria SUSBA mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat dari 4 menjadi 8 bank.

Penanggung jawab untuk program keuangan berkelanjutan Yayasan WWF Indonesia Rizkiasari Yudawinata, mengatakan sejak 2019 penerapan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 51 tentang Keuangan Berkelanjutan yang berlaku bagi bank kategori BUKU 3 dan 4 telah mendorong peningkatan pengungkapan integrasi LST secara lebih merata di sektor perbankan Indonesia.

"Sehingga berhasil menempati posisi ke-2 di lingkup ASEAN," kata Rizkiasari.

Bank-bank Indonesia unggul dalam hal pengungkapan integrasi LST ke dalam strategi bisnis secara keseluruhan, kebijakan sektor spesifik, serta telah memiliki program peningkatan kapasitas untuk keuangan berkelanjutan.

Adapun 2 bank di Indonesia yang terunggul dalam pemenuhan kriteria di tahun ini adalah BRI dan BCA. BRI masuk ke dalam 10 besar bank yang memenuhi kriteria tertinggi di tingkat ASEAN. BRI memenuhi 40 dari total 70 kriteria, sedangkan BCA sebanyak 33 kriteria.

"Selain itu, BRI adalah bank pertama di Indonesia yang mengungkapkan bahwa tidak lagi akan membiayai kegiatan bisnis yang akan berdampak negatif terhadap UNESCO World Heritage Sites," ujarnya.

Adapun pada tahun ini, cakupan penilaian SUSBA diperluas, dengan ditambahnya bank Jepang dan Korsel. Bank-bank di kedua negara tersebut memainkan peranan penting terhadap kegiatan bisnis di Asia Tenggara.

Dibutuhkan keselarasan dan kesetaraan norma dalam penerapan keuangan berkelanjutan di tataran Asia, mengingat ketergantungan dalam hal ekonomi di antara negara-negara di wilayah tersebut.

Keselarasan ini penting untuk memberikan kontribusi yang signifikan untuk menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan, dan membangun daya lenting industri keuangan terhadap risiko perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

"SUSBA diharapkan dapat membantu perbankan di wilayah dimaksud untuk meningkatkan kesetaraan penerapan keuangan berkelanjutan," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya
image Rekomendasi
Kisah Gedung Megah yang Tak Jadi Roboh Berkat Telepon dari Seorang Mahasiswa

Kisah Gedung Megah yang Tak Jadi Roboh Berkat Telepon dari Seorang Mahasiswa

Telepon ini menjadi penolong sebuah gedung berlantai 59 nan mewah terhindar dari musibah besar.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Jeje Maafkan Syahnaz Usai Selingkuh: Gua Tuh Sayangnya ke Istri Ampun-ampunan Deh

Jeje Maafkan Syahnaz Usai Selingkuh: Gua Tuh Sayangnya ke Istri Ampun-ampunan Deh

Jeje Govinda kembali membahas tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya Syahnaz Sadiqah dengan Rendy Kjaernett.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
8 Tipe Kepribadian Berdasar Bentuk Bibir Menurut Ahli Analisis Wajah

8 Tipe Kepribadian Berdasar Bentuk Bibir Menurut Ahli Analisis Wajah

Bibir, salah satu bagian wajah yang paling aktif bisa menunjukkan sifat seseorang.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
4 Resep Pasta Creamy, Cocok untuk Sajian saat Cuaca Dingin

4 Resep Pasta Creamy, Cocok untuk Sajian saat Cuaca Dingin

Mulai dari fettucinne chicken alfrefo ala Wilgoz sampai mac n' cheese yang 'ngeju'.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Sunscreen Bikin Beruntusan? Mulai Sekarang, Jauhi 6 Kandungan Ini

Sunscreen Bikin Beruntusan? Mulai Sekarang, Jauhi 6 Kandungan Ini

Beberapa kandungan di dalam sunscreen yang berpotensi memicu beruntusan antara lain benzophenone dan silikon.

Baca Selengkapnya icon-hand
Polisi Buru Pencuri yang Todongkan Pistol ke Satpam SD di Cengkareng

Polisi Buru Pencuri yang Todongkan Pistol ke Satpam SD di Cengkareng

Pencurian sepeda motor di sekolah dasar (SD) di Cengkareng viral di media sosial. Dalam peristiwa itu, pelaku sempat menodongkan senjata api kepada satpam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pajak Tak Hanya untuk Infrastruktur, Sri Mulyani: Elpiji 3 Kg Juga dari Pajak

Pajak Tak Hanya untuk Infrastruktur, Sri Mulyani: Elpiji 3 Kg Juga dari Pajak

Manfaat Pajak tak hanya berbentuk infrastruktur. Subsidi yang diberikan pemerintah hingga bantuan sosial, merupakan manfaat dari pajak.

Baca Selengkapnya icon-hand
Volume Dagang Indonesia-Korsel Kalah dari Korsel-Vietnam, Ini Penjelasan Profesor dari Korea

Volume Dagang Indonesia-Korsel Kalah dari Korsel-Vietnam, Ini Penjelasan Profesor dari Korea

Vietnam cukup agresif menarik para investor, namun Indonesia juga tak tak kalah menarik di mana investor.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pengertian Deposito, Lengkap Beserta Jenis dan Keuntungannya

Pengertian Deposito, Lengkap Beserta Jenis dan Keuntungannya

Sebelum memutuskan mendepositkan dana Anda, sebaiknya memahami terlebih dahulu pengertian deposito dan jenis-jenisnya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mau Tiket Konser K-Pop SMTOWN dari KB Bukopin? Cek Dulu Syaratnya

Mau Tiket Konser K-Pop SMTOWN dari KB Bukopin? Cek Dulu Syaratnya

Konser SMTOWN akan diselenggarakan di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada 23 September 2023

Baca Selengkapnya icon-hand
Pengguna BTN Mobile Naik Hingga 78 Persen, Intip Kecanggihannya

Pengguna BTN Mobile Naik Hingga 78 Persen, Intip Kecanggihannya

Jumlah transaksi nasabah menggunakan BTN Mobile juga meningkat lebih dari 60 persen pada semester tahun 2023.

Baca Selengkapnya icon-hand
FOTO:  Dihuni 11,24 Juta Jiwa Penduduk, Jakarta Jadi Kota Terpadat ke-28 di Dunia

FOTO: Dihuni 11,24 Juta Jiwa Penduduk, Jakarta Jadi Kota Terpadat ke-28 di Dunia

Berdasarkan data dari World Population Review, jumlah penduduk DKI Jakarta sudah mencapai 11,248,839 jiwa.

Baca Selengkapnya icon-hand