RI Diklaim Berhasil Perbaiki Penyaluran Bansos Entaskan Kemiskinan, ini Buktinya

Rabu, 15 Juni 2022 10:35 Reporter : Merdeka
RI Diklaim Berhasil Perbaiki Penyaluran Bansos Entaskan Kemiskinan, ini Buktinya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TN2PK), Suprayoga Hadi menilai, Indonesia telah berhasil mereformasi sistem penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat dalam rangka perbaikan penyaluran bantuan sosial dan program subsidi.

Evolusi distribusi, strategi dan metodologi berbagai program yang dilakukan untuk memberikan kontribusi optimal dalam pengentasan kemiskinan, termasuk percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan inklusi keuangan.

"TNP2K sebagai pendukung kebijakan pemerintah telah mengadvokasi reformasi untuk banyak program bantuan sosial, terutama pada transformasi mekanisme penyampaian program, termasuk pemerintah ke orang, atau sistem atau mekanisme pembayaran G2P payment," jelas Suprayoga dalam webinar Kartu Prakerja: Indonesia’s Digital Transformation and Financial Inclusion Breakthrough, Rabu (15/6).

Sejak 2012, TNP2K telah melakukan atau terlibat dalam banyak kajian, yang mengevaluasi penyaluran bansos dan subsidi kepada masyarakat. Ada beberapa contoh perubahan kebijakan berbasis bukti yang berhasil dilakukan oleh TNP2K.

Pertama, Program Keluarga Harapan Indonesia merupakan program Conditional Cash Transfer. Kedua, Program Bantuan Sembako dalam bentuk E-Voucher yang berfokus pada nutrisi penerima manfaat daripada sekedar distribusi beras.

Ketiga, ada Program Indonesia pintar yang ditujukan untuk anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu. Keempat, Kartu Prakerja yang ditujukkan untuk meningkatkan skill tenaga kerja di Indonesia.

2 dari 2 halaman

Kendala yang Masih Ditemui

masih ditemui

Seiring berjalannya program penyaluran bantuan sosial melalui G2P payments, tak jarang ditemukan kendala. Misalnya, ada kasus Pemotongan rekening bank yang tidak tersalurkan karena kesulitan mencari nama dan juga jejak pelaku usaha. Lalu, lokasi ATM yang cukup jauh dari penerima. Serta keterbatasan akses teknologi telekomunikasi.

"Namun demikian, meskipun telah terjadi peningkatan yang signifikan tapi selalu ada ruang untuk perbaikan, berdasarkan rangkaian monitoring dan evaluasi yang dilakukan TNP2K," ujarnya.

Dalam 10 tahun terakhir, TNP2K telah melakukan serangkaian studi percontohan penggunaan fintech dalam penyaluran bantuan sosial. Penelitian telah menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi memang memainkan peran besar dalam perluasan bantuan sosial terutama ketika pandemi.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Pemerintah Percepat Pemberantasan Kemiskinan Ekstrem, Target 2024 Sudah 0 Persen
Hapus Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Gencarkan Bansos
Penyebab Kemiskinan di Indonesia yang Paling Utama, Menarik Dipahami
Wali Kota Surabaya Gandeng Banyak Pihak Tangani Masalah Kemiskinan
Cerita Pilu Anak Yatim di Samarinda Diusir Guru dari Kelas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini