RI-China Kerjasama Permudah Perdagangan dan Investasi Batubara

Jumat, 24 Mei 2019 11:18 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
RI-China Kerjasama Permudah Perdagangan dan Investasi Batubara RI-China kerjasama industri batubara. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menjalin kerjasama dengan China National Coal Association (CNCA) dalam bentuk memorandum of understanding (Mou) untuk mendukung perdagangan dan investasi kedua negara Indonesia dan China.

MoU ditandatangani oleh Ketua Umum APBI Pandu Sjahrir dengan Xie Hongxu selaku Vice President CNCA dengan disaksikan wakil dari pemerintah dalam hal ini pihak Kedutaan Besar RI di Beijing diwakili oleh Deputy Chief of Mission, Listyowati.

Pandu mengungkapkan kerjasama kedua belah pihak ini terlaksana berkat fasilitasi dari Pemerintah RI dalam hal ini KBRI untuk RRT dan juga Kementerian Perdagangan yang diawali dengan kunjungan delegasi Rl di mana APBI ikut serta dalam pertemuan dengan pihak CNCA di Shanghai, Tiongkok 10-11 April 2019.

"Pemerintah RI mengapresiasi kerjasama ini yang diharapkan dapat memperkuat kerjasama kedua negara dalam hal perdagangan dan investasi di sektor pertambangan batubara yang selama ini terjalin dengan baik," kata dia di kantor APBI Menara Kuningan, Jakarta, Jumat (24/5).

Dia menyebutkan kerangka kerjasama tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan perdagangan ekspor impor kedua negara dan juga investasi pengembangan nilai tambah batubara yang juga sedang didorong oleh Kementerian ESDM Rl.

"Kerjasama ini mempunyai arti penting karena melibatkan 2 negara penting di sektor industri batubara dunia dimana Indonesia sebagai negara eksportir batubara terbesar di dunia sedangkan China adalah negara importir terbesar dan juga produsen batubara terbesar dunia," ujarnya.

Dia mengungkapkan ekspor batubara merupakan komoditas ekspor nonmigas terbesar kedua RI dan perannya sangat penting disaat perdagangan dunia sedang dalam kondisi pelemahan global yang dibayangi perang dagang antara AS dan China.

Berdasarkan data, ekspor Indonesia ke China di tahun 2018 mencapai sekitar 125 juta MT atau sekitar 25 persen pangsa ekspor batubara Indonesia. Sedangkan dari sisi China , impor dari Indonesia mencakup sekitar 45 persen dari total impor batubara China negara yang memproduksi lebih dari 3 miliar MT batubara di tahun 2018. "China juga sangat maju dalam pengembangan pengolahan nilai tambah batubara," ujarnya.

Kerjasama APBI dan CNCA berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dengan tujuan membangun kerangka kerjasama dalam pertambangan dan pemanfaatan batubara, pengembangan teknologi lingkungan dan penukaran personil antara kedua belah pihak.

APBI dan CNCA juga akan memberikan dukungan bagi kedua pemerintah dalam kerjasama internasional dalam hal aspek keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan. Para pihak juga sepakat untuk tepat mempertahankan perdagangan yang baik serta juga saling menghormati kebijakan dan regulasi dari masing-masing negara. Dalam pelaksanaan Mou, APBI dan CNCA sepakat untuk menjajaki kerjasama pengembangan clean coal technology serta nilai tambah batubara dalam skala komersial. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini