Revitalisasi Pasar Disebut Bakal Tingkatkan Penerimaan Daerah

Kamis, 14 Maret 2019 14:47 Reporter : Merdeka
Revitalisasi Pasar Disebut Bakal Tingkatkan Penerimaan Daerah Pasar tradisional. ©Liputan6.com/Bawono Yadika

Merdeka.com - Pengamat ekonomi, Candra Fajri Ananda menyakini revitalisasi pasar tradisional yang dilakukan pemerintah Jokowi-JK dapat mendorong peningkatan retribusi pajak serta penerimaan daerah secara keseluruhan.

Candra menjelaskan, peningkatan retribusi pajak dapat terjadi karena pembenahan manajemen pasar yang disertai perbaikan kapasitas dapat menyumbang kegiatan ekonomi lebih besar.

"Pajak daerah pasti naik, kalau pasar tradisional itu direvitalisasi," kata pengajar Universitas Brawijaya ini dikutip dari Antara, Kamis (14/3).

Candra menambahkan revitalisasi pasar rakyat juga dapat meningkatkan omzet para pedagang serta memperkuat kegiatan ekonomi pelaku usaha kecil agar lebih kompetitif dan tidak kalah bersaing dengan ritel besar.

Meski demikian, dia mengingatkan upaya meningkatkan daya saing pasar tradisional bukan hal yang mudah karena pasar modern telah memiliki manajemen maupun pasokan logistik yang lebih unggul.

Dalam kesempatan terpisah, Pengelola Pasar Rakyat Purbolinggo, Lampung Timur, Budi Hariyanto mengakui revitalisasi pasar tradisional memberikan manfaat bagi kegiatan perekonomian di daerah.

Menurut dia, tidak hanya kualitas pelayanan yang meningkat, namun juga terdapat perbaikan dari sisi manajemen maupun pengelolaan pasar, terutama dari sisi kebersihan.

"Dengan tampilan beda, pengunjungnya semakin bertambah kurang lebih 20 hingga 30 persen. Ini penambahan konsumen," katanya.

Selain itu pengelolaan retribusi untuk kios maupun sampah menjadi lebih teratur sehingga memberikan peluang bagi tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Pengelola Pasar Gunung Sari, Kota Cirebon, Edi Mahdi mengatakan upaya pembenahan pasar tradisional telah memberikan kesadaran kepada pedagang untuk terlibat dalam isu pengelolaan sampah.

Untuk itu, pengelola meminta pedagang guna memperhatikan masalah kebersihan kios maupun lingkungan sekitar dengan menertibkan aktivitas pembuangan limbah.

Penertiban ini telah mendapatkan sertifikasi dari pemerintah provinsi, Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun pemerintah pusat sehingga pasar ini layak disebut sebagai pasar yang sehat.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menjelaskan, program revitalisasi pasar rakyat ini merupakan satu dari tiga mandat yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Kemendag.

Dua mandat lainnya adalah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta meningkatkan kinerja ekspor nasional.

Terhadap inflasi, Mendag menyatakan Kemendag berhasil menstabilkan harga bahan pokok yang terbukti dari menurunnya inflasi tahun 2018 di angka 3,13 persen.

Sementara itu dari segi kinerja ekspor, Enggar mengakui bahwa Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan sebesar 8,6 miliar dolar AS pada tahun 2018. Hal ini karena impor Indonesia didominasi oleh bahan baku dan barang modal yang menyumbang 90 persen dari total impor nasional. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini