Respons Sandiaga Uno saat Hotel di Garut Kibarkan Bendera Putih

Jumat, 23 Juli 2021 20:30 Reporter : Anisyah Al Faqir
Respons Sandiaga Uno saat Hotel di Garut Kibarkan Bendera Putih Sandiaga Uno. Instagram/@sandiuno ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meminta hotel-hotel yang ada di Garut untuk mengganti bendera putih yang dipasang dengan bendera merah putih. Menurutnya, penggunaan bendera merah putih menunjukkan sektor perhotelan optimis untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

"Mudah-mudahan hotel-hotel dan restoran di Garut bisa mengibarkan bendera merah putih awal selama bulan Agustus ini dan menggantikan bendera putih yang membuat kami prihatin," kata Sandiaga, Jakarta, Jumat (23/7).

Sandiaga mengaku, saat mengetahui kejadian tersebut dia langsung mengambil sikap. Dia pun menugaskan tim khusus untuk menindaklanjuti masalah tersebut. "Saya akan menugaskan tim khusus untuk menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan kerja sama kita dengan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Sayangnya kabar tersebut justru viral lebih dulu sebelum pemerintah mengambil sikap. "Saya begitu melihat kemarin, langsung berpikir setelah zoom, segera melaksanakan langkah-langkah utama dan kita berharap setelah PPKM Level 4 ini tereksekusi tapi keluar berita viral menggetarkan, saya mendapat telepon dari pimpinan untuk mendengarkan cerita sesungguhnya seperti apa," ungkap Sandiaga.

Kemenparekraf kata Sandiaga akan memberikan satu sentuhan agar setiap hotel di Garut mengangkat bendera merah putih selama PPKM Level 4 ini. Hal ini dimaksudkan untuk menghadirkan semangat sebelum 17 Agustus.

Sandiaga mengatakan masalah pengibaran bendera putih di hotel-hotel oleh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai simbol menyerah telah diselesaikan. Peristiwa tersebut telah ditangani oleh para pemangku kepentingan dan kepala daerah setempat. "Perihal polemik bendera putih simbol menyerah yang dikibarkan oleh pihak PHRI sudah diselesaikan oleh Bupati dan stakeholder terkait."

2 dari 2 halaman

Cari Solusi

Dia berterima kasih kepada Bupati dan stakeholder terkait yang bisa merencanakan diskusi, dan diharapkan akan menghadirkan solusi.

"Saya mengapresiasi sudah ada kesepakatan yang ditandatangani, mudah-mudahan itu bisa dilanjutkan, untuk koordinasi dengan kami saya harapkan pak Bupati bisa berkomunikasi dengan intensif melalui teman-teman kita yang ada di sana," kata Sandiaga Uno.

Sandiaga yakin Garut memiliki masa depan yang cerah. Sebab dalam kunjungan terakhirnya tahun lalu, Garut memiliki keindahan alam yang menjanjikan dan tetap menggeliat meski DKI Jakarta menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya tahun lalu merasakan pariwisata Garut mengalami fenomena di tengah keadaan DKI yang saat itu PSBB, Garut saat itu menggeliat ada harapan dan optimisme. Saat itu melihat kebun jeruk, ada produk ekonomi kreatif seperti kopi dan tentunya Cipanas yang selalu menjadi daya tarik khusus," tutur Sandiaga.

Apalagi pihak Kemenparekraf saat ini sedang mendorong program anugerah desa wisata, program sentra vaksinasi. Sandiaga Uno berharap ada kerjasama erat dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Garut. [idr]

Baca juga:
Bisnis Hotel Susah Saat Pandemi, Karyawan Setuju Digaji Harian Dibanding Kena PHK
PHRI: Pemerintah Masih Nunggak Biaya Hotel Rp196 Miliar untuk Isoman Pasien Covid-19
PHRI Sulsel Sebut Jika Pandemi Tidak Berakhir Penutupan Hotel Tinggal Tunggu Waktu
Bupati Garut akan Kurangi Pajak Hotel dan Restoran
Tingkat Hunian Hotel di Jakarta Hanya 10 Persen Selama PPKM Darurat
Okupansi Hotel di Jakarta Hanya 10 Persen selama PPKM Darurat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini