Respons Kemenkeu, Pemerintah Dituding Jual Bandara Kualanamu pada Asing

Jumat, 26 November 2021 13:58 Reporter : Sulaeman
Respons Kemenkeu, Pemerintah Dituding Jual Bandara Kualanamu pada Asing Pengganti Bandar Udara Polonia, Ini 4 Fakta Menarik Bandara Kualanamu Medan. liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Staf khusus (Stafsus) Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menyatakan, status kepemilikan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara tetap dipegang Angkasa Pura II (AP II). Hal ini merespon tudingan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu melalui akun twitternya @msaid_didu, yang menyebut skema kerja sama antara AP II dengan GMR Airports sama dengan menjual aset ke perusahaan asal India tersebut.

Yustinus menerangkan, dalam skema kemitraan strategis berjangka waktu 25 tahun dengan perusahaan asal India itu porsi kepemilikan saham terbesar dimiliki AP II. Yakni, 51 persen milik AP II dan 49 persen dipegang oleh GMR Airports.

"Ah, pak @msaid_didu kura2 dalam perahu nih, Jelas kan pak, itu kerja sama pengelolaan selama 25 tahun. Saham mereka 49 persen, BUMN kita 51 persen. Bandaranya tetap milik kita" tulis Yustinus melalui akun twitternya @prastow, dikutip Jumat (26/11).

Anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tersebut menambahkan, justru skema kerja sama tersebut membawa keuntungan sendiri bagi Indonesia. Antara lain dengan tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu namun tetap mendapatkan keuntungan dari bagi hasil.

"Justru kita tak perlu mengeluarkan uang utk membiayai pengelolaan tapi tetap mendapat bagi hasil. Setuju pak?," tulis Prastowo melanjutkan.

2 dari 2 halaman

Kerja Sama Tingkatkan Daya Saing Bandara

tingkatkan daya saing bandara

Sebelumnya, Perusahaan asal India GMR Airports terpilih sebagai mitra strategis pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengembangan dilakukan dengan skema kemitraan strategis berjangka waktu 25 tahun dengan nilai kerja sama sekitar USD6 miliar, termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, bahwa kemitraan strategis antara AP II dan mitra global akan mempercepat pengembangan dan peningkatan daya saing Bandara Internasional Kualanamu di ASEAN, sejalan dengan tujuan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub internasional.

Kemitraan strategis antara AP II dan mitra global dapat memperkuat struktur permodalan serta memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. Adapun aset yang ada saat ini, serta hasil pengembangan aset kedepannya atas kerjasama ini akan sepenuhnya dimiliki 100 persen oleh AP II.

"Keberhasilan dalam kerjasama ini menjadi signaling positif untuk iklim investasi indonesia khususnya pada sektor transportasi udara. Selain itu diharapkan dengan terlaksananya kerjasama ini, dapat membuka jalan bagi Foreign Direct Investment (FDI) lainnya masuk ke Indonesia," ujar Tiko sapaan akrabnya.

GMR Airports Consortium merupakan Strategic Investor yang dimiliki oleh GMR Group asal India dan Aéroports de Paris Group (ADP) asal Prancis, di mana merupakan jaringan operator bandara yang melayani penumpang terbanyak di dunia.

Saat ini GMR Airport mengelola New Delhi's Indira Gandhi International Airport (Best Airport in India and Central Asia by Skytrax 2019-2021), lalu Hyderabad International Airport di India, Bidar Airport di India, Mactan Cebu International Airport di Filipina, serta tengah mengembangkan Goa International Airport di India, Visakhapatnam International Airport di India, dan Crete International Airport di Yunani.

AP II dan GMR Airports Consortium akan menjadi pemegang saham di joint venture company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi, yang menjadi pengelola Bandara Internasional Kualanamu. AP II menguasai mayoritas 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.

[bim]

Baca juga:
Pengelolaan Bandara Kualanamu oleh India Dinilai Tak Tepat, ini Alasannya
Bandara Indonesia Dilirik Dunia
Bandara Kualanamu Dikelola Perusahaan India, Apa Keuntungan untuk Indonesia?
Taxiway Bandara Samarinda Bermasalah Lagi, Citilink Sempat Stuck 5 Menit
Bandara Mentawai Baru Senilai Rp 547 M Target Selesai Dibangun Agustus 2022
Menhub Budi: Keselamatan di Bandara Halim Perdanakusuma Mengkhawatirkan
Cara Terbebas Cek Kartu Identitas dan Boarding Pass di Bandara Soekarno-Hatta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini