Respon Bukalapak Atas Maraknya Produk Asing di E-Commerce

Jumat, 4 Juni 2021 14:32 Reporter : Sulaeman
Respon Bukalapak Atas Maraknya Produk Asing di E-Commerce e-commerce. © mytotalretail.com

Merdeka.com - Bukalapak menanggapi keluhan sejumlah pihak atas dominasi produk impor yang diperjualbelikan di sejumlah e-commerce. Bahkan, disebutkan 90 persen lebih produk yang dijual di e-commerce yang terdapat di Indonesia bukan produksi dalam negeri, melainkan produk impor.

Head of Category Management Bukalapak, Ruth Retno Dewi memastikan, sampai saat ini, seluruh penjual online yang tergabung di ekosistemnya berdomisili di Indonesia.

"Hingga saat ini semua pelaku UMKM di Bukalapak berdomisili di dalam negeri," ujarnya kepada Merdeka.com, Jumat (4/6).

Sebab, kata dia, Bukalapak adalah portal e-commerce yang menyediakan platform jual beli online dan menampilkan (listing) barang-barang yang diunggah sendiri oleh Penjual (user generated content).

Kendati demikian, dia enggan merinci lebih detail apakah seluruh produk yang ada di Bukalapak seluruhnya produk lokal asli Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja mengatakan, 90 persen lebih produk yang dijual di e-commerce yang terdapat di Indonesia bukan produksi dalam negeri, melainkan produk impor.

Menurut dia, UMKM di luar negeri, seperti China, lebih siap dalam memasuki ekosistem ekonomi digital yang sudah merambah pasar global. Sementara UMKM di Indonesia, kata Jahja, masih perlu banyak edukasi dan peningkatan kapasitas dalam produksi, SDM, maupun kualitas produk.

"E-commerce di Indonesia ini sudah banyak, ada Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lain-lain. Kalau kita lihat 90 persen lebih produk dari mana? Bukan UMKM kita, ini yang menyedihkan. Itu import goods," kata Jahja Setiaatmadja seperti dikutip dari Antara dalam webinar digitalisasi UMKM dan sistem pembayaran 2025 yang dipantau di Jakarta, Rabu (2/6). [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini