Resmi IPO, penawaran saham Andira Agro stagnan di Rp 200

Kamis, 16 Agustus 2018 11:19 Reporter : Merdeka
Resmi IPO, penawaran saham Andira Agro stagnan di Rp 200 Saham ANDI Stagnan. ©Liputan6.com/Bawono Yadika

Merdeka.com - PT Andira Agro Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan dengan kode ANDI tersebut merupakan emiten ke-32 yang menawarkan saham perdana atau Innitial Public Offerig (IPO) di bursa tahun ini.

Direktur PT Andira Agro Kahar Anwar mengatakan, langkah Perseroan untuk melakukan IPO di tahun ini merupakan bagian dari visi Perseroan untuk mengembangkan kelapa sawit sebagai dasar bahan makanan dan komoditas yang dibutuhkan untuk industri yang ramah lingkungan di masa depan.

"Sungguh merupakan suatu pencapaian besar dan bersejarah apabila hari ini kami bisa menjadi perusahaan publik," tuturnya di Gedung BEI, Kamis (16/7).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna berharap Perseroan dapat membangun hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder yang ada. "Semoga transparansi dijaga dengan baik, dijaga performancenya dan juga market performance, bagaimana menjaga hubungan baik dengan stakeholder yang ada," ujarnya.

Pada pencatatan perdana tersebut, saham ANDI stagnan dari harga penawaran yaitu pada posisi Rp 200. Pada IPO ini, ANDI menawarkan sebanyak 500 juta lembar saham atau 26,74 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan kepada investor publik dengan harga saham senilai Rp 200 per saham.

Dari nilai tersebut, Perseroan menargetkan untuk meraih dana hasil IPO senilai Rp 100 miliar. Adapun pihak yang bertindak selaku Perusahaaan Penjamin Emisi (Lead Underwriter) adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia.

Dari dana hasil IPO tersebut, Perseroan berencana akan memanfaatkannya untuk membiayai pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, beserta sarana pendukungnya. Pembangunan PKS tersebut membutuhkan waktu 24-36 bulan.

Tujuan pembangunan PKS ada|ah untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sejalan dengan meningkatnya produksi TBS dari kebun inti Perseroan maupun dari pihak ketiga. Selain itu juga digunakan untuk kebutuhan modal kerja Perseroan seperti pembiayaan kegiatan operasional antara lain seperti perawatan prasarana, sarana dan pembelian.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Bursa Saham
  2. Pasar Modal
  3. IPO
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini