Resmi ditutup Presiden Jokowi, IHSG 2017 parkir di 6.355

Jumat, 29 Desember 2017 16:30 Reporter : Anggun P. Situmorang
Resmi ditutup Presiden Jokowi, IHSG 2017 parkir di 6.355 Jokowi di BEI. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo secara resmi melakukan penutupan perdagangan pasar modal seiring dengan berakhirnya tahun 2017. Penutupan tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio.

Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. Angka tersebut naik signifikan apabila dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin.

Direktur BEI, Tito Sulistio, mengatakan salah satu kinerja pasar modal ialah terjadi peningkatan jumlah investor sebesar 44 persen dalam dua tahun terakhir menjadi 1,12 juta investor. Hal tersebut juga diikuti kenaikan nilai investasi investor domestik yang mencapai Rp 340 triliun di sepanjang tahun ini.

"Selain itu sepanjang tahun 2017 ada 37 perusahaan tercatat yang melakukan pencatatan perdana saham di BEI yang merupakan tertinggi di BEI dalam 23 tahun terakhir," ujar Tito Sulistio di Gedung Bursa Efek, Jakarta, Jumat (29/12).

Pencatatan tersebut terbanyak diantara negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Investor asing juga masih menetapkan investasinya untuk ditaruh di Indonesia.

Pencapaian di tahun 2017 juga diikuti oleh peningkatan literasi pasar modal yang berdasarkan survei AC Nielsen, meningkat dari 4,3 persen di 2016, menjadi 15 persen di 2017. Peningkatan ini salah satunya dihasilkan dari Kampanye Yuk Nabung Saham yang terus BEI tingkatkan sejak tahun 2015.

Aktivitas perdagangan di BEI juga mengalami peningkatan yang tercermin dari kenaikan frekuensi perdagangan yang tumbuh hampir 20 persen dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih likuid diantara bursa-bursa lainnya di kawasan regional Asia.

Pada saat yang sama, jumlah dana yang berhasil dihimpun juga mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai lebih dari Rp 802 triliun, yang berasal dari IPO, penerbitan penambahan saham baru (rights issue), konversi waran, sekuritisasi aset dan penerbitan obligasi pemerintah, BUMN maupun swasta.

"Seluruh pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras, dan sinergi dari seluruh pelaku industri Pasar Modal Indonesia, serta dukungan dari berbagai kebijakan strategis yang telah diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Republik Indonesia (RI)," jelas Tito. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini