Rencana PPKM Mikro Darurat Bawa Rupiah Bergerak Melemah

Rabu, 30 Juni 2021 16:20 Reporter : Anggun P. Situmorang
Rencana PPKM Mikro Darurat Bawa Rupiah Bergerak Melemah Rupiah. ©2018 Merdeka.com/Azzura Zurae

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah tipis 15 poin di level Rp14.500 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.485 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.490 hingga Rp14.550 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pelaku pasar sedang menunggu kejelasan pengetatan pembatasan sosial guna meredam penyebaran penyakit Virus Corona (Covid-19). PPKM Mikro Darurat tersebut kabarnya akan dilakukan pada 2 hingga 20 Juli 2021.

"Sebelumnya sempat bereda isu Jakarta akan dikarantina atau lockdown. Tetapi kemungkinan hal tersebut tidak akan terjadi, yang dilakukan adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat," kaya Ibrahim dalam riset, Jakarta, Rabu (30/6).

Sementara itu dalam PPKM Mikro Darurat, isu yang beredar sebelumnya menyebutkan restoran dan warung makan sejenisnya hanya bisa menerima pesanan take away. Tetapi kabar terbaru menyebutkan boleh makan di tempat atau dine in dengan kapasitas 25 persen dan buka hingga pukul 17:00 WIB

Restoran yang melayani pesan antar saja diizinkan beroperasi 24 jam. Adapun di mal operasional hanya sampai pukul 17.00 WIB dan kapasitas 25 persen. Kegiatan perkantoran wajib work from home (WFH) 75 persen dan work from office (WFO) 25 persen.

"Kebijakan ini (jika berlaku) bertujuan mulia yaitu menyelamatkan nyawa rakyat Indonesia. Satu nyawa tidak ada nilainya, sangat berharga untuk diselamatkan. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa harga yang akan dibayar bakal sangat mahal. Ekonomi akan mati suri," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

rencana ppkm mikro darurat bawa rupiah bergerak melemah

Selain itu kebijakan PPKM Darurat membuat dunia usaha (pengusaha) menjerit dan mengeluh karena biaya operasional tidak akan tertutup oleh pendapatan kalau hanya boleh beroperasi hingga pukul 17:00. Dari pada terus merugi, lebih baik tutup dulu.

Efisiensi besar-besaran harus dilakukan dunia usaha agar bisa bertahan hidup. Salah satunya adalah dengan merumahkan, memangkas upah, atau bahkan menjatuhkan vonis Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan.

Apalagi sektor perdagangan serta akomodasi makan-minum adalah sektor usaha yang banyak menyerap tenaga kerja. Per Februari 2021, sektor perdagangan menyerap 19,2 persen dari total angkatan kerja sementara akomodasi makan-minum adalah 6,99 persen.

Artinya, lebih dari seperempat penduduk Indonesia yang bekerja mencari nafkah di dua sektor tersebut. Ada lebih dari 34 juta orang yang menggantungkan hidup bekerja di sektor perdagangan dan akomodasi makan-minum.

"Ketika terjadi pengurangan gaji atau PHK, maka daya beli dari seperempat pekerja di Indonesia akan terpukul. Separuh dari angka itu sudah lebih dari 17 juta orang, jumlah yang sama sekali tidak sedikit," jelasnya.

Dengan diberlakukannya PPKM Darurat maka konsumsi masyarakat dan investasi akan kembali stagnan dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kuartal Ketiga yang kemungkinan terjadi kontraksi lebih dalam lagi dari Kuartal Ketiga tahun sebelumnya (YoY).

[bim]

Baca juga:
Polda Metro Jaya Siap Laksanakan PPKM Darurat Jika Pemerintah Pusat Sudah Putuskan
Wali Kota Bekasi Tetapkan PPKM Mikro Darurat
Pemprov DKI Minta Empat Hal ke Pemerintah Pusat dalam Pelaksanaan PPKM Darurat
PPKM Mikro Diperpanjang, Sektor Transportasi Masih Beroperasi 100 Persen
Jokowi Sebut PPKM Mikro Darurat akan Diterapkan di Jawa-Bali Karena Sifatnya Mendesak
DPR Soroti Wacana PPKM Darurat Belum Singgung Pengetatan Akses Masuk ke RI

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini