Rencana Jokowi Pangkas Jumlah Eselon Bakal Genjot Daya Saing Indonesia

Senin, 21 Oktober 2019 15:16 Reporter : Merdeka
Rencana Jokowi Pangkas Jumlah Eselon Bakal Genjot Daya Saing Indonesia Presiden Jokowi. ©Liputan6.com/Hanz Salim

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menyebut akan memangkas birokrasi besar-besaran. Salah satunya mengurangi pejabat eselon kementerian dari semula 4 level, menjadi 2 level. Salah satu alasannya yaitu untuk memudahkan kegiatan berinvestasi di dalam negeri.

Rektor UI, Ari Kuncoro menilai positif rencana pemerintah tersebut. Sebab, daya saing RI saat ini jauh tertinggal dengan negara tetangga seperti Singapura.

"Investor itu yang datang banyak bingung karena peraturan yang sifatnya tumpang-tindih," tuturnya di Gedung BEI, Senin (21/10).

Selain itu, pemangkasan eselonisasi akan mengerek kemudahan berusaha di Indonesia (ease of doing business) dengan meningkatkan kepercayaan bagi pelaku bisnis.

"Kan ranking kita masih jauh untuk ease of doing business. Sifat investor itu nyarinya yang deket-deket. Nggak jauh-jauh," ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menuturkan, pemangkasan eselonisasi akan membantu upaya reformasi struktural, apalagi jika berpengaruh positif terhadap postur belanja fiskal negara.

"Belanja pegawai porsinya lumayan besar yakni 26 persen dari total belanja Kementerian/Lembaga. Setuju kalau birokrasi dipangkas karena itu sumber lambatnya proses perizinan," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Pemangkasan Eselon Sangat Mungkin Dilakukan

Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas di periode pertama Jokowi menilai, pemangkasan eselon di lingkungan kementerian/lembaga sangat mungkin dilakukan. Realisasinya pun bisa dilakukan dalam waktu dekat.

"Mungkin, sangat mungkin (pemangkasan eselon). Dalam waktu ini lah," ujar Bambang.

Bambang sependapat dengan Jokowi. Eselon perlu disederhanakan. Sehingga, proses pengambilan keputusan bakal lebih efisien.

"Artinya eselonnya dirapikan, disederhanakan, supaya tidak terlalu panjang rantai pengambilan keputusan," ujar Bambang.

Mengenai harapan ekonomi lima tahun ke depag, Bambang menyebut ada tantangan sekaligus peluang. Contoh tantangan yang dimaksud seperti situasi ekonomi global yang volatile serta melepas ketergantungan ke Sumber Daya Alam (SDA). Disinggung kemungkinan bakal dipilih kembali menjadi menteri, Bambang hanya menjawab singkat.

"Nantilah," singkat Bambang.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Sambut Pemerintahan Baru, Ini Pekerjaan Rumah Jokowi-Ma'ruf 5 Tahun ke Depan
China Gebrak Pasar Otomotif Indonesia
BI: Sertifikasi Halal Akan Tingkatkan Daya Saing Produk Dalam Negeri
Kabinet Jokowi Periode II Bakal Kebut Peningkatan Daya Saing Ekonomi RI
Biaya Logistik Jadi Penyebab Daya Saing Ekonomi RI Turun

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini