Relaksasi PSBB Dinilai untuk Menggerakkan Ekonomi

Minggu, 17 Mei 2020 13:11 Reporter : Supriatin
Relaksasi PSBB Dinilai untuk Menggerakkan Ekonomi penerapan psbb jakarta. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Radiansyah menilai rencana pemerintah melakukan relaksasi atau pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) didasari faktor ekonomi. Pemerintah ingin membuka ruang gerak masyarakat agar pertumbuhan ekonomi berangsur pulih.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang terancam di tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pekan lalu, pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I-2020 sebesar 2,97 persen. Terjadi kontraksi sebesar 2,41 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV 2019.

"Relaksasi PSBB untuk menggerakkan perekonomian. Kita dihadapkan pada dua pilihan, kesehatan dan ekonomi. Setelah kita memilih kesehatan yang artinya memutus mata rantai Covid-19 tapi ternyata ekonominya lumpuh," kata Trubus kepada merdeka.com, Minggu (17/5).

Bila relaksasi PSBB tak dilakukan hingga bulan Juni mendatang, dia memprediksi pertumbuhan ekonomi RI memasuki gerbang kehancuran. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan menyentuh angka 0,4 persen.

"Dengan rencana pelonggaran ini sendiri diharapkan pertumbuhan ekonomi sedikit bergerak lah," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Selain memperbaiki pertumbuhan ekonomi, rencana relaksasi PSBB untuk menyelamatkan masyarakat. Menurut Trubus, saat ini banyak sekali masyarakat yang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Rakyat mulai mengalami kesulitan luar biasa," kata dia.

Meski demikian, diakuinya relaksasi PSBB akan memicu gelombang besar kasus virus corona. Sebab, ruang aktivitas masyarakat mulai dibuka dan jarak fisik sulit dibatasi. Potensi penyebaran virus corona semakin terbuka lebar.

"Kalau misalnya pelonggaran-pelonggaran terjadi maka otomatis penyebaran Covid ini mau tidak mau sulit terkendali," pungkasnya. [azz]

Baca juga:
Awali PSBB Malang Raya, Beberapa Kendaraan Diminta Putar Balik
Palsukan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta, Dipenjara Hingga Denda Rp 12 milliar
Terindikasi Terpapar Corona, 239 Warga Surabaya Tempati Asrama Haji
IAKMI: Relaksasi PSBB akan Memicu Gelombang Kedua dan Ketiga Covid-19
Ini Cara Mengurus SIKM, Syarat Warga Untuk Keluar Masuk Jakarta
Pemkot Surabaya Putuskan Tidak Ada Penutupan Pasar Selama Pandemi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini