Rekening Bermasalah Jadi Biang Kerok Terhambatnya Penyaluran Bantuan Gaji

Rabu, 16 Desember 2020 12:51 Reporter : Sulaeman
Rekening Bermasalah Jadi Biang Kerok Terhambatnya Penyaluran Bantuan Gaji Menaker Ida Fauziyah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah buka suara terkait lambatnya pencairan bantuan subsidi gaji atau upah (BSU) bagi 12,4 juta pekerja/buruh yang penghasilannya terdampak pandemi Covid-19.

Menurutnya, kondisi ini tak lepas dari data rekening penerima manfaat BSU yang bermasalah. Sehingga dana tidak bisa dicairkan oleh pihak bank penyalur.

"Untuk setiap batch belum 100 persen (cair) mengapa?, dari termin pertama berdasarkan laporan bank penyalur terdapat sejumlah data rekening yang bermasalah dan tidak dapat di transfer sehingga mengakibatkan return. Saya ulang lagi kenapa tidak 100 persen dapat terealisasi ini laporan bank penyalur terdapat data rekening yang bermasalah sehingga adanya return," tegasnya dalam webinar Kupas Tuntas Program Bantuan Subsidi Upah, Rabu (16/12).

Merespons hal itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan selalu penyedia data untuk melakukan perbaikan data penerima manfaat BSU. Sehingga diharapkan secara bertahap proses penyaluran dapat terselesaikan secara sepenuhnya.

"Jadi, kami tidak diam atas adanya return kami kembalikan ke BPJS Ketenagakerjaan untuk diperbaiki, karena BPJS Ketenagakerjaan memiliki mekanisme sendiri terkait perbaikan data tersebut. Setelah diperbaiki maka kami kembali salurkan ke rekening penerima yang hingga saat ini masih berlangsung proses penyalurannya," terangnya.

Baca Selanjutnya: Minta Penerima Tetap Bersabar...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini