Realisasi nilai tukar Rupiah dan harga minyak meleset jauh dari target APBN 2018

Rabu, 17 Oktober 2018 11:40 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Realisasi nilai tukar Rupiah dan harga minyak meleset jauh dari target APBN 2018 sri mulyani. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani membeberkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 hingga September. Dalam catatan Kementerian Keuangan, ada dua realisasi asumsi makro ekonomi yang melenceng cukup jauh dari target pada asumsi APBN 2018.

Sri Mulyani menjelaskan, hal pertama yang melenceng dari asumsi adalah nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang per 31 September 2018 mencapai Rp 14.119, meleset jauh dari asumsi APBN 2018 sebesar Rp 13.400.

"Nilai tukar rata-rata Rp 14.119 sampai September meskipun terjadi penguatan Dolar AS," kata Menkeu Sri Mulyani di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta, Rabu (17/10).

Kedua, asumsi yang meleset adalah harga minyak mentah Indonesia (ICP) mencapai USD 68 per barel. Sementara asumsi ICP adalah USD 48 per barel.

Lifting minyak mencapai 774.000 barel per hari atau meleset dari asumsi 800.000 barel per hari (bph). Melesetnya asumsi APBN 2018 juga terjadi pada lifting gas sebesar 1,14 juta barel setara minyak dari target 1,2 juta barel setara minyak.

Sedangkan untuk lifting gas mencapai 1,14 juta barel setara minyak per hari, sedangkan asumsi 1,2 juta barel setara minyak per hari.

"Tetapi kami tetap berhati-hati karena volume produksi kami tertahan tetapi permintaan domestik kami meningkat. Kami akan melihat dalam neraca pembayaran kami mengimpor minyak dan gas," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini