Realisasi Kartu Tani Hanya 12 Persen dari Target 65 Persen di Jawa dan Madura

Senin, 18 Januari 2021 16:45 Reporter : Anisyah Al Faqir
Realisasi Kartu Tani Hanya 12 Persen dari Target 65 Persen di Jawa dan Madura Petani. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, realisasi penerapan program Kartu Tani di Jawa dan Madura pada tahun 2020 hanya 12 persen. Padahal Pokja kebijakan pupuk bersubsidi menargetkan terealisasi 65 persen sudah bisa digunakan.

"Dari target 65 persen, hanya 12 persen yang bisa menggunakan Kartu Tani," kata Asisten Deputi Prasarana dan Sarana Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Ismarini, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Kementerian Pertanian, Kemenko Perekonomian, PT Pupuk Indonesia dan Himbara, di Ruang Sidang Komisi IV, Komplek DPR, Jakarta, Senin (18/1).

Dari hasil analisis, salah satu kendala penerapan Kartu Tani yakni perhatian pemerintah daerah. Beberapa daerah yang memiliki perhatian lebih pada kebijakan ini mampu mengimplementasikan Kartu Tani secara maksimal. Salh satunya Kabupaten Batang yang implementasinya hampir 100 persen.

"Sebagai salah satu contohnya itu Kabupaten Batang, di mana implementasi Kartu Tani di sana sudah hampir 100 persen," kata dia.

Selain itu, Ismarini mengatakan, tanpa program Kartu Tani pun Provinsi Lampung telah memberikan perhatian. Pemda setempat membuat kebijakan Kartu Tani Berjaya yang mirip dengan program pemerintah pusat.

Dalam program Kartu Tani Berjaya ini mengombinasikan program Kartu Tani dengan menggunakan aplikasi berbasis android. Sehingga penyaluran pupuk bersubsidi dari dana Pemda menggunakan aplikasi.

"Mereka membuat Kartu Petani Berjaya di mana mengombinasikan Kartu Tani dengan aplikasi," kata dia.

Baca Selanjutnya: Hambatan Teknologi...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kemenko Perekonomian
  3. Petani
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini