Raih Pendanaan Rp1,16 T, Ini Rencana Pengembangan Aplikasi Investasi Bibit

Kamis, 26 Mei 2022 17:30 Reporter : Merdeka
Raih Pendanaan Rp1,16 T, Ini Rencana Pengembangan Aplikasi Investasi Bibit Memajukan Perekonomian Negara dengan Investasi ORI021 di Aplikasi Bibit. ©2022 Shutterstock

Merdeka.com - Bibit, aplikasi investasi digital, meraih pendanaan sebesar lebih dari USD80 juta atau Rp1,16 triliun dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh GIC Private Limited (GIC). Putaran pendanaan ini diikuti pula oleh Prosus Ventures dan investor lain yang sebelumnya telah mendukung Bibit.

CEO & Co-founder Bibit.id, Sigit Kouwagam, mengatakan, pendanaan ini akan Bibit gunakan untuk meluncurkan produk dan layanan baru, mengembangkan teknologi, merekrut talenta-talenta terbaik di Indonesia serta memperkuat berbagai program edukasi keuangan dalam rangka menciptakan budaya sadar investasi di tengah masyarakat.

"Kami hadir untuk membantu masyarakat Indonesia berpartisipasi di pasar modal serta mencapai tujuan keuangan mereka dengan cara-cara investasi yang benar. Kami merasa sangat antusias menyambut GIC sebagai investor baru kami dan sangat senang atas para mitra investor yang selama ini mendukung kami untuk mengakselerasi misi ini," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/5).

Memulai kiprahnya sebagai platform bagi investor untuk berbagi ide mengenai investasi saham, berita, dan informasi secara real-time, Stockbit meluncurkan Bibit di awal 2019. Sebagai pionir aplikasi robo advisor reksa dana di Indonesia, Bibit.id terus berinovasi dalam produk dan layanannya untuk mendemokratisasikan investasi di pasar modal, sekaligus memungkinkan para penggunanya mendiversifikasikan investasi mereka ke dalam berbagai kelas aset.

Sampai saat ini, Bibit telah membantu jutaan investor, yang sebagian besar merupakan generasi milenial dan investor pemula, di 500 kota di Indonesia. Diharapkan mereka bisa membangun portofolio investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan keuangan mereka dengan cara-cara yang aman, sederhana, dan mudah.

Selama setahun terakhir, perusahaan telah mencatat beberapa pencapaian, di antaranya peluncuran Stockbit Sekuritas, fitur e-IPO yang memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam proses IPO yang 100 persen online, peresmian Stockbit Academy sebagai sarana masyarakat belajar saham secara gratis dari para financial mentor yang sudah berpengalaman serta ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai Mitra Distribusi (Midis) Penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di awal tahun 2022.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksa dana di Indonesia tumbuh sebesar 80,3 persen (YoY) dari 4,41 juta investor di bulan April 2021 menjadi 7,95 juta di bulan April 2022. Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah investor saham meningkat 66,7 persen (YoY) dan telah menyentuh angka 3,83 juta investor.

Pertumbuhan ini utamanya disumbangkan oleh investor ritel, di mana lebih dari separuh investor ini menggunakan Bibit dan Stockbit sebagai aplikasi investasi. Terlepas dari pertumbuhan yang signifikan, perlu dicatat bahwa jumlah masyarakat yang berinvestasi di pasar modal masih berada di bawah angka 4 persen dari total populasi.

Baca juga:
OVO Tegaskan Tidak Punya Layanan Investasi Reksadana
Tips Investasi Menguntungkan Tanpa Perlu Dana Besar
Dirut Danareksa Beberkan Tujuan Pembentukan Holding, Termasuk Memperkuat Permodalan
Cuma Modal Rp10.000, Kini Nasabah Jenius Bisa Mulai Investasi Reksa Dana
OVO Perkenalkan Produk Reksadana Terbaru
Ingin Investasi Reksadana, Berikut Tipsnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini