Ragam Alasan Mendag Lutfi Impor Beras, Termasuk Stok Bulog Terendah Sepanjang Sejarah

Jumat, 19 Maret 2021 15:40 Reporter : Merdeka
Ragam Alasan Mendag Lutfi Impor Beras, Termasuk Stok Bulog Terendah Sepanjang Sejarah beras bulog. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membeberkan alasan pemerintah mewacanakan impor beras sebanyak 1 juta ton. Hal ini dilakukan untuk menjaga stok beras Bulog tetap berada di kisaran 1 juta hingga 1,5 juta ton.

Mendag Lutfi bilang, stok beras Bulog saat ini berada di bawah 1 juta ton. Sebelumnya, Dirut Bulog mengatakan terdapat beras impor tahun 2018 yang mengalami turun mutu.

"Menurut hitungan saya, beras yang turun mutu yang 2018 itu kira-kira berjumlah 270.000 ton. Jadi yang dikatakan beliau turun mutu itu 160.000. Jadi ada 120.000 lagi," ujarnya dalam acara Weekly Update bersama Menteri Perdagangan secara virtual, Jumat (19/3).

"Jadi kira-kira, stok akhir Bulog 800.000 dikurangi 300.000, berarti stoknya hanya mungkin tidak mencapai 500.000. Ini stok yang paling rendah dalam sejarah Bulog," tambahnya.

Kurangnya stok ini diiringi dengan penyerapan gabah petani yang rendah. Menurut Mendag Lutfi, hingga akhir Maret, penyerapan gabah petani yang dilakukan Bulog masih berada di angka 85.000 ton, jauh dari prediksi awal di angka 400.000 hingga 500.000 ton.

Hal ini dikarenakan intensitas hujan mengalami peningkatan. Akhirnya, tingkat kekeringan gabah petani tidak memenuhi syarat penyerapan Bulog.

"Kenapa? Bukan salah Bulog. Ketika Bulog beli gabah petani itu dengan syarat, salah satunya kekeringan gabah. Sekarang hujan tidak berhenti-henti, jadi gabah petani itu basah, dan secara peraturan Bulog tidak bisa menyerap gabah basah," jelasnya.

Mendag menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan impor jika memang penyerapan beras dalam negeri berjalan dengan baik.

"Karena situasi begitu, itu dinamis. Saya jamin tidak ada impor ketika panen raya. Dan hari ini tidak ada beras impor yang menghancurkan harga petani, karena memang kita belum impor," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Turut Rugikan Petani Pedagang Protes...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini