Rachmat Gobel, Pengusaha elektronik jadi Menteri Perdagangan

Minggu, 26 Oktober 2014 17:47 Reporter : Henny Rachma Sari
Rachmat Gobel, Pengusaha elektronik jadi Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) telah rampung menyusun kabinet pemerintahannya untuk lima tahun kedepan yang diberinama Kabinet Kerja. Banyak wajah baru dalam postur kabinet ala Jokowi tersebut.

Salah satunya adalah Rahmat Gobel seorang pengusaha sukses yang dipercaya menggawangi sektor perdagangan Tanah Air. Jokowi menilai Rachmat Gobel merupakan seorang pengusaha yang gigih dalam merintis karirnya.

"Beliau profesional gigih, terbukti dalam perdagangan nasional," ungkap Jokowi dalam pengumuman kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (26/10).

Untuk itu, Jokowi pun yakin dirinya tidak keliru menempatkan Rachmat Gobel di pos Perdagangan Nasional. "Jadi saya tidak keliru untuk menugaskan pengembangan perdagangan nasional," ucap Jokow

Di kalangan pengusaha Indonesia, nama Rachmat Gobel sudah tidak asing lagi. Dia adalah generasi kedua dari keluarga Gobel, penguasa perusahaan National Gobel Group atau yang kini bernama Panasonic Gobel Group.

Pria kelahiran Jakarta, 3 September 1962 ini cukup sukses menjalankan roda bisnis keluarga. Terbukti, di saat banyak perusahaan nasional tumbang dihantam krisis pada 1998, kelompok usaha Gobel salah satu yang sanggup bertahan. Jiwa kepemimpinan dan kewibawaan Rachmat

Gobel sudah dilatih sejak kecil. Wajar saja, dia adalah salah satu pewaris tahta perusahaan keluarga Gobel, yang didirikan dan dipimpin oleh ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel. Selepas SMA, Rachmat Gobel melanjutkan studinya di Chuo University di Tokyo, Jepang dengan fokus pada perdagangan internasional.

Pada tahun 1989, Rachmat Gobel secara tetap kembali ke Indonesia dan langsung menduduki posisi Asisten Presiden Direktur di PT. National Gobel (sekarang PT. Panasonic Manafacturing Indonesia). Pada 1991 Rachmat secara resmi diangkat menjadi anggota Dewan Direksi yang memiliki kewenangan penuh atas perencanaan manajemen perusahaan.

Dua tahun kemudian, dia diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur PT. National Gobel (sekarang PT. Panasonic Manufacturing Indonesia) dan Presiden Direktur PT. National Panasonic Gobel (sekarang PT.Panasonic Gobel Indonesia). Karirnya terus cemerlang hingga akhirnya pada 2002 Rachmat didaulat sebagai Komisaris PT. National Gobel (sekarang PT. Panasonic Manufacturing Indonesia), sedangkan jabatan Komisaris Utama PT. Panasonic Gobel Indonesia diembannya sejak tahun 2004.

Dia juga aktif di berbagai organisasi pengusaha. Dia pernah dipercaya duduk di jabatan strategis sebagai wakil ketua umum Kadin pada 2004. Sejak 2009 dia didapuk sebagai ketua dewan penasehat GABEL (Gabungan Perusahaan Industri Elektronika). Di organisasi lain, sejak 2012 Rachmat didaulat sebagai ketua umum METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia).

Rachmat Gobel juga aktif terlibat menggalakkan pembinaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Hingga pada 1997 Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil RI menganugerahkan penghargaan Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil.

Penghargaan lain juga pernah disabetnya. Pada 2009, badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menganugerahkan gelar Perekayasa Utama Kehormatan dalam Bidang Teknologi Manufaktur. Di tahun yang sama, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI menganugerahkan penghargaan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) - Competency Award. Dan masih banyak penghargaan lainnya. Pada 2010 Rachmat dipercaya Presiden SBY sebagai salah satu anggota Komite Inovasi Nasional (KIN). [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini