Putus Nyambung Hubungan Kerja Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air

Jumat, 8 November 2019 06:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Putus Nyambung Hubungan Kerja Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengeluarkan pernyataan bahwa Sriwijaya Air bukan lagi menjadi bagian dari anggota maskapai penerbangan pelat merah tersebut. Hubungan antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group akan dilanjutkan pada basis business-to-business.

Perselisihan ini bukan yang pertama kali terjadi. Kedua maskapai juga sempat berselisih (dispute) dalam Kerja Sama Manajemen (KSM). Awal perselisihan tersebut diketahui dengan dicabutnya logo Garuda Indonesia dari armada Sriwijaya Air.

Namun, pada 1 Oktober 2019, Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air kembali melanjutkan dengan pemegang saham Sriwijaya Air Group. Kesepakatan bersama ini sejalan dengan komitmen awal sinergi KSM dalam memperkuat kinerja operasi Sriwijaya Air Group sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem industri penerbangan yang sehat.

Dengan kembali terjadinya perselisihan antara kedua maskapai, banyak pihak yang memberi peringatan.

1 dari 4 halaman

Penjelasan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memberikan penjelasan bahwa surat penjelasan Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto ditujukan pada lessor Sriwijaya Air. Sebelumnya, beredar kabar bahwa hubungan Kerjasama Manajemen (KSM) mereka berakhir dan menjalani bisnis masing-masing.

"Kami sampaikan bahwa penjelasan tersebut ditujukan kepada Lessor (perusahaan penyewaan pesawat), atas pertanyaan mereka tentang posisi Garuda Indonesia atas Sriwijaya," kata VP Corporate Secretary Garuda, M.Ikhsan Rosan, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (7/11).

Dia menjelaskan, dalam pernyataan tersebut disampaikan bahwa hubungan keduanya saat ini adalah sebatas pada hubungan business to business dan tanggung jawab Sriwijaya kepada lessor menjadi tanggung jawab Sriwijaya sendiri.

"Kami saat ini sedang berdiskusi dan bernegosiasi dengan pemegang saham Sriwijaya Air perihal penyelesaian kewajiban dan utang-utang Sriwijaya kepada institusi negara seperti: BNI, Pertamina, GMF, Gapura Angkasa dan lainnya," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Menhub Budi Panggil Sriwijaya dan Citilink

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menanggapi soal kembali retaknya hubungan maskapai Sriwijaya Air dan anak usaha Garuda Indonesia, Citilink Indonesia. Menhub Budi mengatakan pihaknya akan memanggil kedua maskapai untuk mencegah perpecahan bisnis terjadi.

"Ya, nanti kita ajak, kita panggil, kita cari jalan keluar jangan sampai pecah kongsi," ujarnya singkat di Jakarta, Kamis (7/11).

Perpecahan ini mengejutkan banyak pihak karena sebulan yang lalu, kedua maskapai ini kembali menjalin kerjasama manajemen (KSM).

Meski demikian, Menhub Budi mengonfirmasi bahwa Sriwijaya Air tetap beroperasi, meski ada beberapa penerbangan yang batal. "Bukan tidak terbang lagi, ya, tapi memang ada beberapa yang dibatalkan," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/11).

Meski demikian, tidak dijelaskan alasan pembatalan penerbangan tersebut. Namun, Menhub Budi ingin agar hubungan bisnis Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia jangan sampai renggang.

3 dari 4 halaman

Imbauan INACA

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) mengimbau agar maskapai Sriwijaya Air dan anak usaha Garuda Indonesia, Citilink Indonesia tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja di sela acara Forum Perhubungan bertajuk Kesiapan Sektor Transportasi Mendukung Pariwisata di Lima Bali Baru Super Prioritas di Jakarta, Kamis (7/11).

"Kalau dari INACA, kami hanya terbatas mengimbau, kalau ada diskusi korporasi mohon diselesaikan, jangan sampai menimbulkan kerugian pada publik," tutur Denon.

Dia melanjutkan kisruh ini sifatnya internal sehingga asosiasi tidak bisa berkomentar banyak.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto, menyatakan ketegangan antar Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia ini sebenarnya wajar dalam hubungan bisnis. "Itu masalah kontrak kedua belah pihak perusahaan saja, misalnya kalau maskapai tidak cocok sama ground handling yang ini ya pindah," ungkap Bayu.

4 dari 4 halaman

Pembatalan Penerbangan

Penerbangan Sriwijaya Air ke Malang melalui Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan. Puluhan penumpang belum mendapat kejelasan terkait alasan pembatalan tersebut. Seharusnya pesawat akan berangkat pada pukul 13.10 WIB.

Salah satu penumpang, Nasrul Utama, merasa ditipu. Menurutnya, pihak maskapai tahu tak ada pesawat yang bisa terbang ke Malang tapi tiket tetap dijual.

"Apa ini perusahaan atau apa? Ini penipuan. Terus terang saja. Sudah tahu pesawatnya tidak ada, dijual juga," keluhnya kepada wartawan di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (7/11).

Selain pembatalan penerbangan ke Malang, Sriwijaya Air juga menunda penerbangan tujuan Lampung dan Pontianak. Pesawat ke Lampung seharusnya berangkat pukul 07.15 WIB namun sampai siang ini belum ada kejelasan.

Tak hanya itu, Penerbangan Sriwijaya Air rute Padang-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pada Kamis pukul 06.30 WIB batal. Akibatnya sempat terjadi kericuhan antara penumpang dengan petugas maskapai.

Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau, Fendrick Sondra menyampaikan, berdasarkan informasi dan klarifikasi di lapangan pembatalan penerbangan karena PT Gapura Angkasa selaku ground handling yang melakukan penanganan operasional darat untuk Sriwijaya tidak bisa melakukan penanganan karena ada arahan kantor pusat PT Gapura.

"Akhirnya penumpang dimediasi oleh PT Angkasa Pura II dan saat ini situasinya sudah kondusif," ujarnya.

Dia mengakui memang ada sedikit kericuhan karena penumpang menuntut kepastian pemberangkatan. [azz]

Baca juga:
Garuda Indonesia: Surat Direktur Ditujukan Kepada Lessor Sriwijaya Air
Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Diminta Segera Keluarkan Pernyataan Resmi
Pecah Kongsi dengan Sriwijaya Air, Saham Garuda Indonesia Anjlok
Sriwijaya Air & Citilink Pecah Kongsi, Penumpang Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta
Sriwijaya Air & Citilink Kembali Pecah Kongsi, INACA Minta Tak Sampai Rugikan Rakyat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini