Pusat Perbelanjaan Siap Beroperasi dan Patuhi Protokol Kesehatan

Senin, 18 Mei 2020 16:07 Reporter : Merdeka
Pusat Perbelanjaan Siap Beroperasi dan Patuhi Protokol Kesehatan Mall Kota Kasablanka. ©Liputan6.com/Ayu Lestari

Merdeka.com - Pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama bagi industri terimbas covid-19. Ini termasuk pusat perbelanjaan, yang cukup terpuruk akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) guna memutus rantai penyebaran covid-19.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengakui bahwa pusat perbelanjaan terpuruk hampir selama tiga bulan. Untuk itu, dalam upaya pemulihan ekonomi, maka pusat perbelanjaan siap untuk beroperasi kembali.

"Pusat Perbelanjaan siap untuk beroperasional kembali setiap saat, namun tentunya tetap harus disertai dengan perhatian terhadap kesehatan masyarakat karena wabah Covid-19 belum berakhir," jelasnya kepada Liputan6.com, Senin (18/5).

Menurutnya, banyak juga masyarakat yang sudah tidak sabar untuk datang ke pusat perbelanjaan, sehingga pusat perbelanjaan telah mempersiapkan protokol kesehatan untuk dilaksanakan secara disiplin.

"Kami harap semua yang berkepentingan dapat mematuhi protokol kesehatan agar pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan aman melayani masyarakat," kata dia.

Lebih lanjut, Alphonzus menjelaskan akan ada pengaturan untuk semua pihak yang terkait dengan operasional Pusat Perbelanjaan, di antaranya karyawan Pusat Perbelanjaan, karyawan Penyewa, karyawan Mitra Kerja dan tentunya juga Pengunjung.

1 dari 1 halaman

Hal Harus Dipatuhi

dipatuhi rev1

Beberapa hal standar yang akan diatur dan harus dipatuhi, antara lain;

1. Semua harus menggunakan masker,
2. Pemeriksaan suhu tubuh,
3. Pengaturan antrean,
4. Pembatasan jumlah orang di dalam lift,
5. Pembatasan jumlah orang yang berkumpul,
6. dan lainnya.

"Nantinya akan ada petugas khusus yang akan selalu berkeliling untuk mengingatkan dan menegur semua pihak yang belum memenuhi Protokol Kesehatan," imbuhnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia ( Hippindo), Tutum Rahanta juga mengungkapkan hal serupa, yakni untuk penyewa, hanya mengikuti saja.

"Kalau penyewa mengikuti saja. Karena masing-masing daerah berbeda-beda," kata dia kepada Liputan6.com dalam kesempatan yang berbeda.

Reporter: Pipit Ika

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Ada Corona, Pemerintah Batasi Pengunjung Pasar dan Toko Ritel Jelang Lebaran 2020
Hippindo: Jangan Ada Perbedaan Kebijakan Sektor Ritel di Tengah Pandemi
Sejarah McDonald's Sarinah, Jadi Kedai Pertama di Indonesia
McDonald's Sarinah Tutup Permanen, Manajemen Pastikan Tak Ada Karyawan Di-PHK
Setelah Beroperasi Hampir 30 Tahun, McDonald's Sarinah Tutup Permanen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini