Pupuk Kaltim Targetkan Produksi Urea Capai 3,4 Juta Ton Tahun Ini

Minggu, 21 Maret 2021 13:00 Reporter : Sulaeman, Anggun P. Situmorang
Pupuk Kaltim Targetkan Produksi Urea Capai 3,4 Juta Ton Tahun Ini Distribusi Pupuk. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kaltim menargetkan kenaikan produksi pupuk urea tahun ini mencapai 3,4 juta juta ton. Kenaikan ini juga berlaku bagi produksi pupuk amoniak menjadi 2,78 juta ton.

"Target produksi tahun ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu (2020). Untuk produksi di tahun 2021 targetnya urea itu sebesar 3,4 juta ton, kemudian amoniak 2,78 juta ton. Itu naik sedikit dibandingkan tahun 2020," ujar Direktur utama PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi dalam webinar bertajuk Strategi Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Aman di Musim Tanam 2021, Minggu (21/3).

Bos PT Pupuk Kaltim ini menyampaikan, untuk memperbaiki skema penyaluran perusahaan bakal terus memperkuat kolaborasi bersama stakeholders terkait. Tujuannya agar penyaluran pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran.

"Bukan berarti (skema penyaluran) sekarang salah. Tapi saya rasa hampir di setiap sistem selalu ada improvement. Ini beberapa skenario kolaborasi sedang di jajaki oleh pemerintah, Pupuk Indonesia, dan stakeholders terkait lainnya," bebernya.

Selanjutnya, pihaknya bakal memaksimalkan kinerja Tim Pengawas Pupuk dan Pestisida (TP3) dengan aktif melakukan pemantauan akan penyaluran pupuk bersubsidi. "Itu (TP3) di setiap daerah ada, didalamnya ada melibatkan beberapa institusi, Kejaksaan, Polisi dan lainnya," urai dia.

Instruksi yang sama juga bakal berlaku bagi tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Menurutnya, dengan aktif melakukan pemantauan akan penyaluran pupuk bersubsidi dapat memperkecil risiko penyelewengan.

"Dengan meningkatkan pengawasan melalui penyaluran pupuk subsidi ini, mudah-mudahan dengan pengawasan yang ketat kita bisa yakinkan pupuk itu tepat sasaran," ucapnya.

Terakhir, pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi distributor yang terbukti melakukan pelanggaran berupa penyelewengan pupuk bersubsidi ke bukan sasarannya. "Apabila terdapat penyelewengan dalam penyaluran pupuk distribusi gitu, distributor bisa kita putus," tandasnya. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini