Pupuk Kaltim Jalankan 23 Program untuk Tekan Emisi Karbon

Jumat, 7 Mei 2021 20:15 Reporter : Idris Rusadi Putra
Pupuk Kaltim Jalankan 23 Program untuk Tekan Emisi Karbon Pupuk Indonesia. istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah menargetkan Indonesia bebas emisi karbon di 2060, dengan melepaskan ketergantungan penggunaan energi fosil. Dengan demikian, Indonesia akan mulai beralih menggunakan energi baru terbarukan (EBT), sehingga transisi penggunaan energi fosil ke EBT akan menjadi tujuan pemerintah.

Target ini pun disambut baik perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Perusahaan terus fokus menjaga keberlangsungan lingkungan, termasuk dalam hal penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).

"Seluruh proses produksi PKT terlebih dulu dianalisis dampak lingkungan, mencakup metode pengelolaan dan pemantauan yang wajib dilakukan sesuai dokumen lingkungan, termasuk dampak risiko agar proses bisnis dengan risiko lingkungan yang tinggi dimitigasi menjadi rendah," kata Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi dikutip dari Antara, Jumat (7/5).

Untuk pengurangan emisi GRK, Pupuk Kaltim memiliki 23 program yang mencakup pengurangan emisi di proses produksi hingga fasilitas penunjang.

Sebagai produsen pupuk urea terbesar di Indonesia, Pupuk Kaltim telah menyusun kebijakan terkait lingkungan, melalui penerapan Life Cycle Assessment (LCA) yang mencakup 5 aspek lingkungan, di antaranya efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, pengurangan pencemaran udara, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, 3R limbah non B3 dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Ragam inisiatif dan inovasi lingkungan yang dijalankan Pupuk Kaltim, diselaraskan dengan indikator capaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Realisasi tersebut menghasilkan perbaikan kualitas lingkungan di sekitar area kelola maupun wilayah terdekat Perusahaan, sesuai persyaratan kepatuhan dalam peraturan perundangan terkait beyond compliance.

"Pupuk Kaltim berkomitmen penuh mengeliminasi dampak aktivitas produksi terhadap lingkungan, dengan melaksanakan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup secara seksama dan bertanggung jawab," ujar Rahmad Pribadi.

Baca Selanjutnya: Lepas Emisi Karbon 2060...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pupuk Indonesia
  3. Emisi Karbon
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini