Pupuk Indonesia Masih Kaji Lokasi Pembangunan Pabrik di Papua Barat

Kamis, 24 Juni 2021 14:41 Reporter : Siti Nur Azzura
Pupuk Indonesia Masih Kaji Lokasi Pembangunan Pabrik di Papua Barat pupuk. Merdeka.com/Imam Buchori

Merdeka.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) masih akan mengkaji terkait pemilihan lokasi pembangunan pabrik pupuk dan methanol di Papua Barat yang bertujuan untuk efisiensi produksi serta dilihat dari nilai ekonomi. Saat ini lokasi di Papua Barat yang dipertimbangkan yakni Bintuni dan Fakfak, dengan mengacu pada nilai keekonomian.

"Kami juga sudah bicara dan didukung Menteri Investasi, karena beliau adalah putra daerah, jadi beliau akan mencarikan juga lokasi alternatif yang lebih murah dan ekonomis. Masalah lokasi ini kami akan kaji lebih dalam. Lokasi belum firm," kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, dikutip Antara, Kamis (24/6).

Bakir merencanakan kapasitas amonia 2.500 Metric Ton Per Day (MTPD), Urea 3.500 MTPD dan Methanol mencapai 3.000 MTPD. Proyek Bintuni akan dilaksanakan oleh PT Pupuk Kaltim. Khusus untuk proyek methanol, rencananya akan dilakukan secara Join Venture dengan partner strategis, di mana Pupuk Kaltim akan bertindak sebagai mayoritas.

"Kebutuhan pendanaan untuk proyek Bintuni direncanakan dipenuhi dari rencana IPO (penawaran umum saham perdana, IPO) PKT," kata dia.

Bakir mengungkapkan rencana IPO Pupuk Kaltim akan dilakukan pada kuartal kedua 2022 dengan total pendanaan yang didapat akan digunakan sebagai pengembangan pabrik pupuk di Papua Barat.

Untuk suplai gas, Bakir menjelaskan pihaknya sudah mengajukan alokasi gas pada Januari 2021 kepada Kementerian ESDM. Untuk amonia urea sebesar 102 BBTUD, sementara methanol 99 BBTUD. Penandatanganan MoU gas dengan Genting Oil sendiri sudah dilakukan pada 17 Juni 2021 dengan target PJBG pada Desember 2021.

"Alhamdulilah sudah dimediasi dengan baik oleh Kementerian ESDM dan SKK Migas, kami sudah negosiasi dan hasilnya cukup bagus. Harga gas yang disepakati antara PI dan Genting Oil untuk Amonia Urea dan methanol di angka USD3,6 plus Formula. Cukup kompetitif," terangnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini