Pupuk Indonesia Catat Produksi 19,52 Juta Ton dan Raup Laba Rp5,13 Triliun di 2021

Rabu, 27 April 2022 17:15 Reporter : Merdeka
Pupuk Indonesia Catat Produksi 19,52 Juta Ton dan Raup Laba Rp5,13 Triliun di 2021 Pupuk Indonesia. istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat kinerja audited yang melampaui target kinerja tahun 2021. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman menyebutkan bahwa pencapaian kinerja tersebut ditopang dari berbagai kinerja operasional.

"Semuanya memiliki kinerja yang sangat baik, mulai dari kinerja produksi, penjualan, peningkatan EBITDA, pendapatan, hingga laba," jelas Bakir di Jakarta, Rabu (27/4).

Adapun kinerja produksi tahun 2021 mencapai 19,52 juta ton atau 100,7 persen dari target RKAP 2021. Rinciannya, produksi pupuk 12,24 juta ton dan non-pupuk 7,22 juta ton yang terdiri dari amoniak, asam sulfat, dan asam fosfat. Volume ini juga meningkat jika dibandingkan realisasi produksi tahun 2020 yang mencapai 19,38 juta ton.

Begitu juga dengan volume penjualan tahun 2021 yang mencapai 14,17 juta ton atau 100,8 persen dari target RKAP 2021. Rinciannya, penjualan pupuk subsidi 7,92 juta ton, pupuk non-subsidi 4,99 juta ton, dan non-pupuk 1,26 juta ton (amoniak, asam sulfat, asam fosfat, dan sebagainya.

Bakir mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari program transformasi bisnis perusahaan. Dimana Pupuk Indonesia telah bertransformasi dari sebelumnya strategic holding kini menjadi activist holding.

Transformasi ini ditandai dengan sentralisasi sejumlah bidang strategis yang bertujuan untuk menghasilkan value creation, atau nilai tambah bagi holding maupun anak perusahaan.

2 dari 3 halaman

Pendapatan dan Laba Perusahaan

Proses transformasi ini juga berhasil mencatat kinerja pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA 2021 sebesar Rp14,18 triliun.

Nilai ini jauh di atas realisasi EBITDA 2020 sebesar Rp9,81 triliun. Peningkatan ini berasal dari penjualan sektor retail, baik melalui retail management maupun program makmur. Kemudian proses inbound dan outbound supply chain sebagai hasil dari pengadaan bersama, sentralisasi pemasaran, dan juga dari hasil optimalisasi asset.

Selain itu, upaya tersebut juga berkat perubahan mindset perusahaan dari sebelumnya production centric menjadi customer centric, atau menjadi perusahaan yang lebih berorientasi pada pelanggan. Dengan mindset baru ini, Pupuk Indonesia berhasil meningkatkan kinerja penjualan, terutama untuk pasar retail.

Berbagai terobosan dalam program transformasi bisnis tersebut terbukti membuahkan hasil yang sangat positif. Hal ini terlihat dari nilai pendapatan konsolidasi Pupuk Indonesia yang mencapai sebesar Rp78,6 triliun atau 107 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp72,9 triliun. Nilai ini meningkat jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2020 sebesar Rp71,88 triliun.

Dari jumlah tersebut, Pupuk Indonesia berhasil membukukan laba sebesar Rp5,13 triliun atau 165 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp3,1 triliun. Laba tersebut juga naik signifikan jika dibandingkan dengan laba tahun 2020 sebesar Rp2,32 triliun.

3 dari 3 halaman

Target 2022

Ke depan, Pupuk Indonesia juga akan terus berorientasi pada pelanggan dengan memperkuat pangsa pasar produk pupuk retail.

Di antaranya dengan peningkatan penjualan retail melalui benefit & loyalty program, retail & distributor excellence, launching 1.000 kios retail, perluasan program Makmur, dan sebagainya.

Selain itu, untuk memperluas pangsa pasar retail, Pupuk Indonesia juga terus mengembangkan diri melalui sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi konsumsi energi, dan daya saing.

Sejumlah proyek yang akan dilaksanakan antara lain, proyek pabrik urea, amoniak dan methanol di Papua Barat, proyek Pusri 3B di Pusri Palembang, proyek Katalis Merah Putih di Pupuk Kujang, penyelesaian proyek NPK di Pupuk Iskandar Muda, hingga proyek Soda Ash di Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik.

 

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Terapkan Sistem Digital, Penyaluran Pupuk Subsidi Hingga ke Kios Dipantau 24 Jam
Antisipasi Macet dan Ganjil-Genap, Distribusi Pupuk ke Daerah Dilakukan Lebih Awal
Pupuk Indonesia Bangun 3 Pabrik Baru, Beroperasi Komersil di 2025
Petani Menjerit Pupuk Langka, Komplotan Ini Justru Selewengkan 17 Ton Pupuk Subsidi
EBITDA Pupuk Indonesia Naik 41 Persen Jadi Rp13 Triliun di 2021, Ini Faktor Pemicunya

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pupuk Indonesia
  3. Pupuk
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini