PUPR: Setiap Tahun Ada 800 Keluarga Baru Membutuhkan Rumah

Selasa, 16 Maret 2021 12:30 Reporter : Merdeka
PUPR: Setiap Tahun Ada 800 Keluarga Baru Membutuhkan Rumah Perumahan Subsidi di Bukit Rancayamaya Residence. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jendral Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Fitrah Nur mengatakan, pada periode 2015 – 2019, program sejuta rumah ditarget sebesar 5 juta unit. Namun di akhir 2019 yang terpenuhi cuma 4,8 juta, di mana 928.000 itu di danai melalui dana APBN dan sisanya didukung dari swasta dan pengembang.

Menurutnya kolaborasi antara pemerintah khususnya Kementerian PUPR dengan swasta sangat penting dalam mewujudkan dan memenuhi kebutuhan perumahan di Indonesia, apalagi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Jadi sangat tinggi peranan dari teman-teman dari pengembang untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi Indonesia, karena kita tahu setiap tahun ada 700-800 keluarga baru yang membutuhkan rumah," kata Fitrah dalam Media Briefing Virtual: Satu Tahun Pandemi Rumah.com, Selasa (16/3).

Di 2020-2024, lanjutnya, terjadi perubahan paradigma dalam bidang perumahan. Di mana, Kementerian PUPR lebih memfokuskan untuk meningkatkan rumah tangga yang menghuni rumah laik.

"Di tahun 2020 sampai tahun 2024, ada perubahan paradigma bahwa kalau di tahun 2015-2019 itu adalah kebutuhan, tapi di tahun 2020-2024 ada perubahan paradigma untuk meningkatkan rumah tangga yang menghuni rumah layak," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

pupr: setiap tahun ada 800 keluarga baru membutuhkan rumah

Dia menyebutkan, di Kementerian PUPR ada program stimulan rumah swadaya yang berfungsi memberikan bantuan kepada masyarakat untuk memperbaiki rumah. Pada 2020, ada sekitar 229.000 rumah, tapi di 2021 ini besarannya turun karena adanya kebutuhan biaya untuk covid-19 menjadi 114.000 rumah.

Demikian, untuk mewujudkan perumahan yang laik bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Kementerian PUPR bekerjasama dengan stakeholder lain. Salah satunya dengan Pemerintah daerah melalui inovasi 'Sibaru'.

Sibaru merupakan bantuk kemudahan untuk akses bantuan perumahan yang dikelola oleh Ditjen Perumahan, untuk mempermudah penyaluran bantuan dari pemerintah pusat yang bisa diakses pemerintah daerah untuk menyalurkan insentif untuk pengembang.

"Jadi mereka (pengembang) tidak perlu mengantar proposal ke Kementerian PUPR," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Pandemi Covid-19 Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Punya Rumah
BTN Syariah Bidik Pembiayaan Perumahan di Kota Sekitar Jakarta
Alasan Menteri Sri Mulyani Izinkan Pembebasan Pajak Pembelian Rumah dan Apartemen
Akhir Sengketa Lahan Warga Bekasi dengan Pihak Pengembang, Kini Sepakat Berdamai
Surga Rumah Murah di Italia, Harga Satu Unit Hanya Rp 17.000 Tanpa Syarat Deposit
Pemerintah Siapkan Bantuan Sektor Perumahan Capai Rp33,1 Triliun di 2021
Tambah Modal Bangun Sejuta Rumah, BTN Berencana Right Issue Rp5 Triliun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini