Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Perlu Cari Cara Keluar dari Perangkap Kelas Menengah

Rabu, 24 Juni 2020 11:14 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Perlu Cari Cara Keluar dari Perangkap Kelas Menengah pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puteri Anetta Komarudin mengingatkan kepada pemerintah agar tidak fokus pada pemulihan serta pertumbuhan ekonomi di 2021 mendatang. Menurutnya, hal lain juga harus diarahkan adalah bagaimana agar Indonesia dapat keluar dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap).

"Fokus pemerintah saat ini tentunya adalah mengejar pemulihan ekonomi nasional dampak pandemi dengan menggunakan seluruh bauran kebijakan. Harapannya, agar kita dapat kembali optimis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2021. Namun, penting untuk diperhatikan pula bahwa pertumbuhan tersebut perlu lebih diarahkan agar juga dapat mengatasi tantangan pembangunan lainnya berupa middle income trap," kata Puteri di Jakarta, Kamis (24/6).

Puteri mengatakan, Indonesia dapat dikatakan masuk ke dalam kategori middle income trap karena pendapatan per kapitanya cenderung stagnan di tingkat pendapatan menengah (1.000–12.000 dollar AS) dan belum mampu keluar dari tingkatan tersebut untuk menjadi negara maju. Indonesia masih harus bekerja ekstra keras untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga level 7 persen agar memenuhi kategori sebagai negara maju.

Untuk mendukung cita-cita tersebut, Puteri mengatakan Pemerintah harus menemukan struktur ekonomi yang ideal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak lagi bergantung komoditas primer seperti migas.

"Sampai dengan 2018, tren ekonomi Indonesia masih bergantung pada fluktuatifnya harga komoditas primer yang dipengaruhi penawaran dan permintaan pasar global. Oleh karenanya, dengan tren pelemahan harga komoditas global akibat pandemi ini, seharusnya dapat menjadi kesempatan Indonesia untuk memacu diversifikasi ekonomi dengan mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi daerah dan memanfaatkan keanekaragaman komoditas yang negara kita miliki," tutur Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.

1 dari 1 halaman

Selain akan mendorong kecepatan pemulihan ekonomi, strategi tersebut menjadi langkah penting untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045. Harapannya, akan terjadi diversifikasi ekonomi dengan tidak hanya bergantung pada komoditas primer akan mampu menambah daya dorong perekonomian dan mendatangkan arus modal masuk (capital inflow) dan memperbaiki defisit transaksi berjalan (CAD).

"Dengan begitu, maka Indonesia perlahan mampu mengantisipasi middle income trap dan bergerak menuju tercapainya Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur di tahun 2045," tutup Puteri.

Seperti diketahui, pemerintah sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali menyentuh di kisaran 5 persen pada 2021 mendatang. Menurutnya pertumbuhan itu bisa menjadi titik balik bagi Indonesia pasca pandemi Covid-19 yang menyebabkan ekonomi RI anjlok di tahun ini.

"Kita bisa melihat proyeksi tahun 2021 di mana kami memperkirakan pertumbuhannya ada di kisaran 4,5-5,5 persen," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di Ruang Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (22/6). [azz]

Baca juga:
Indonesia Harus Waspada, Pemulihan Ekonomi Thailand dan Vietnam Bergerak Cepat
Strategi Kemenkeu Antisipasi Lonjakan Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan
Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Harus Fokus pada Penciptaan Lapangan Kerja
Dampak Parah Corona di Indonesia, Termasuk Pengangguran & Orang Miskin Tambah Banyak
Menteri Wishnutama Harap Pembukaan Wisata Bertahap Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Menteri Luhut Sebut Kondisi Indonesia Saat Ini Jauh Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini