PT PAL ekspor dua kapal militer ke Filipina tahun ini

Rabu, 7 November 2018 16:29 Reporter : Anggun P. Situmorang
PT PAL ekspor dua kapal militer ke Filipina tahun ini Kapal Perusak Kawal Rudal. Istimewa

Merdeka.com - PT Penataran Angkatan Laut (PAL) akan mengekspor dua kapal militer ke Filipina tahun ini. Salah satu jenis kapal yang rencananya akan di ekspor adalah Landing Platform Dock (LPD) sepanjang 143 meter dengan harga sekitar USD 43 juta.

"(Harga) tergantung sebenarnya atas permintaan mereka, type seperti ini (LDP) misalnya sampai USD 43 juta USD, tapi terkait spesifikasi keinginan mereka itu (harga) bisa naik bisa turun," ujar Manager Humas PT PAL Bayu Witjaksono di JiExpo, Jakarta, Kamis (7/11).

Kapal jenis LDP ini memiliki banyak kelebihan seperti kecepatan penuh (full load speed) sebesar 20 knots, kecepatan berlayar hingga 12 knots dan daya tahan dalam 12 knots selama 30 hari. Kapal ini juga sempat digunakan untuk evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 beberapa waktu lalu di Perairan Karawang.

"Ini paling disukai, di samping dia sebagai support atau kapal pendukung untuk military dia juga bisa untuk kegiatan sosial, korban bencana alam. Kemarin juga produk PT PAL bisa membantu mencari korban JT 610, itu punya PT PAL. Memang kapal ini dilengkapi alat untuk mendeteksi," jelasnya.

Bayu mengatakan, sejauh ini kapal milik PT PAL cukup diminati oleh negara lain. Bahkan pemesanan kapal banyak yang datang dari Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara. "Alhamdulillah, untuk kapal kapal ini sampai ke Afrika, Timur Tengah, Asia Tenggara termasuk Brunei, Malaysia, Thailand. Itu tertarik sejenis ini (LDP)," jelasnya.

Meski demikian, kapal buatan Indonesia ini nampaknya masih sulit menembus pasar Eropa. Alasannya, teknologi milik Eropa jauh lebih mumpuni. Indonesia sendiri telah menggandeng Eropa untuk meningkatkan kualitas kapal buatan dalam negeri.

"Kalau Eropa kita kalah teknologi. Kita dengan negara negara Eropa itu kerangkanya adalah collaboration stategic, kerja sama untuk meningkatkan teknologi dalam negeri. Kalau kita membangun kapal kita tidak punya tehnologi lebih, maka kita akan gandeng mereka meningkatkan teknologi kita." [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini