PT KAI Siapkan Fasilitas Rapid Test untuk Penumpang di 14 Stasiun

Senin, 14 September 2020 13:41 Reporter : Merdeka
PT KAI Siapkan Fasilitas Rapid Test untuk Penumpang di 14 Stasiun Rapid test di Stasiun Solo Balapan. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai hari ini, Senin (14/9). Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Didiek Hartantyo menyatakan bahwa tidak ada perubahan yang drastis di dalam pengoperasian kereta maupun penerapan protokol kesehatan dibandingkan dengan PSBB sebelumnya. Namun, untuk upaya yang lebih maksimal, PT KAI menyiapkan rapid test di sejumlah stasiun.

"Kami menyediakan rapid test di total 14 stasiun besar, bekerja sama dengan lembaga BUMN yang dikenakan biaya Rp 85.000. Atau apabila belum sempat rapid test dan tidak ada fasilitasnya, cukup menyerahkan surat kesehatan yang diterbitkan oleh aparat kesehatan setempat," ujar Didiek pada program live Selamat Pagi Indonesia Plus di Metro TV pada Senin (14/9).

Baik kereta lokal maupun commuter line, PT KAI sudah secara pro-aktif selalu berusaha menyiapkan protokol kesehatan yang baik. Mulai dari mewajibkan semua penumpang di setiap stasiun untuk memakai masker, menyediakan wastafel dengan sabun cuci tangan, hand sanitizer, serta secara teknis operasional, transaksi sudah menggunakan QR code agar mengurangi sentuhan.

"Saat memasuki gerbang boarding, petugas juga akan memberikan face shield untuk penumpang agar bisa digunakan dalam kereta, khususnya yang melakukan perjalanan jarak jauh. Untuk kereta commuter, belum ada face shield, tapi wajib pakai masker," ungkap Didiek.

Dia juga menambahkan bahwa pengecekan suhu penumpang di dalam kereta jarak jauh dilakukan 3 jam sekali guna meyakinkan bahwa penumpang semuanya sehat dan tidak ada indikasi penyebaran covid-19. Tidak hanya menyediakan fasilitas kesehatan, PT KAI juga memperketat aturan ini lewat keberadaan aparat keamanan yang turun tangan menjaga ketertiban penerapan protokol kesehatan ini.

"Selama ini, kami sosialisasi terus lewat medsos dan media berita lain. Memang belum ada sanksi lebih lanjut karena masyarakat memang sudah menaati protokol. Namun demikian, kami bekerja sama dengan TNI dan POLRI, apabila diperlukan, aparat tersebut yang akan langsung turun tangan untuk memberi sanksi. Namun, harapan kami, masyarakat bisa bekerja sama," ucap Didiek.

2 dari 2 halaman

Adapun, kepadatan memang sempat terjadi di masa-masa New Normal pada beberapa stasiun, terutama keberangkatan dari Bogor, Bojong Gede, Citayam, ataupun Rangkasbitung. Namun, sekarang sudah terkendali dengan baik karena efek sosialisasi dari pemerintah untuk melakukan work from home atau WFH untuk beberapa sektor tertentu.

"Meski terpantau kepadatannya, saat ini perjalanan komuter terbilang lancar, social distancing juga berjalan dengan baik, penggunaan masker juga kita awasi. Apabila masker yang dipakai tidak sesuai, maka kita antisipasi dengan memberikan masker yang sesuai supaya bisa dipakai dengan baik," papar Didiek.

Bagi Didiek, penting saat ini untuk mengesampingkan (dalam hal ini memakai masker) ketidaknyamanan demi keberlangsungan pertahanan tubuh dalam menghadapi serangan virus.

"Aturan PSBB kan setiap sektor maksimal 50 persen kapasitasnya, di KAI sendiri kami hanya mengangkut 30-40 persen penumpang. Ini berarti kami sudah di bawah kapasitas yang ditentukan. Menekan jumlah penumpang sangat penting untuk menekan penyebaran covid-19 ini," tutupnya.

Reporter Magang: Theniarti Ailin [azz]

Baca juga:
CEK FAKTA: Hoaks Imbauan Warga DKI Tidak Keluar Rumah karena Ada Rapid Test di Pasar
Ikuti Rapid Test, 15 Personel Satpol PP Jembrana Bali Reaktif Covid-19
Kata Satgas Covid-19 Soal Kabar Pencabutan Syarat Rapid Test Saat Perjalanan
Jubir Kemenkes Sebut Rapid Tes Masih Wajib Untuk Perjalanan
Ketua KPU Minta Petugas TPS Jalani Rapid Tes Sebelum Pencoblosan Pilkada 2020
Jadi Lebih Rumit, Begini Curhatan Yuni Shara Soal Pekerjaan di Masa Pandemi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini