Proyeksi 2022: Ekonomi Global Melambat, China Bakal Jadi Terkuat dan Terbesar

Rabu, 24 November 2021 17:08 Reporter : Merdeka
Proyeksi 2022: Ekonomi Global Melambat, China Bakal Jadi Terkuat dan Terbesar China. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertumbuhan ekonomi global diprediksi akan berjalan melambat pasca masa pemulihan ekonomi pada 2022 hingga tahun-tahun setelahnya. Namun demikian, China bakal tampil sebagai negara ekonomi terbesar dunia pada masa-masa seperti ini.

Rangkuman tersebut disampaikan Executive Analyst Bank Indonesia (Beijing), Firman Hidayat saat sosialisasi terkait implementasi Local Currency Settlement (LCS) antara Indonesia dan China, Rabu (24/11). Informasi itu dimaksudkan untuk memberi sudut padang kepada pengusaha akan proyeksi ekonomi di masa depan.

Merujuk pada perkiraan International Monetary Fund (IMF), Firman mengatakan, pertumbuhan ekonomi global 2022 dan seterusnya berpotensi lebih kecil dari masa pemulihan pada 2021 ini.

Selanjutnya, akan ada divergensi pertumbuhan ekonomi antara negara maju dan negara berkembang. Proyeksi pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju, di mana pada 2021 akan tumbuh 5,2 persen dan menciut jadi 4,5 persen di tahun depan.

"Namun di tahun berikutnya setelah 2022, pertumbuhan ekonomi negara maju akan kembali ke level pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi, bahkan bisa lebih rendah," ujar Firman, Rabu (24/11.

Pertumbuhan ekonomi negara berkembang memang akan melambat, namun cenderung akan stabil. Tentunya, sambung Firman, akan ada peran krusial dari perekonomian China. "Kita semua paham China saat ini menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia. Kontribusi atau share PDB China terhadap dunia mencapai 18 persen," kata dia.

"Pesan yang akan kami sampaikan adalah bahwa ekonomi Tiongkok telah menjadi mesin pendorong pemulihan ekonomi global pada 2020 hingga 2022 dan tahun-tahun berikutnya," sambungnya.

2 dari 2 halaman

China Jadi Satu-satunya Tumbuh Positif

China disebut Firman jadi satu-satunya negara dunia yang bisa tumbuh positif saat masa-masa awal pandemi Covid-19. Pada 2021 ini, ekonomi Negeri Tirai Bambu diperkirakan bakal melesat hingga 8 persen, namun turun sedikit jadi 5,6 persen di 2022.

Sementara Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo sempat menyampaikan prediksi perekonomian global versi Bank sentral, di mana di sepanjang tahun 2021 ini mencapai 5,7 persen, dan turun jadi 4,4 persen pada 2022.

"Yang perlu kita perhatikan adalah, bahwa path-nya di 2021 tumbuh tinggi, 2022 akan cenderung melambat. Kami telah mengamati, China akan jadi high income country pada 2025, dan menargetkan akan meningkatkan nominal PDB-nya menjadi dua kali lipat pada 2035," paparnya.

"Apabila China bisa mewujudkan target ini, tentunya China akan berpeluang besar menjadi ekonomi terbesar dunia."

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Indonesia dan Asia Tenggara Jadi Kunci China Jadi Ekonomi Terbesar Dunia
China Jajaki Proyek Lithium di Afghanistan
Peng Shuai Sudah Muncul, Tapi Mengapa Banyak Pihak Masih Khawatirkan Keselamatannya?
China: Kasus Peng Shuai Jangan Dipolitisasi
Muncul Video Baru Kamp Tahanan Uighur di Xinjiang, Keselamatan YouTuber Dikhawatirkan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. China
  3. Pertumbuhan Ekonomi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini