Proyek transmisi gas Kalija ditarget rampung 2016

Selasa, 11 Maret 2014 21:27 Reporter : Nurul Julaikah
Proyek transmisi gas Kalija ditarget rampung 2016 pipas gas. shutterstock

Merdeka.com - Proyek transmisi gas Kalimantan Jawa (Kalija) ditargetkan rampung dua tahun lagi. Pada tahap pertama, transmisi gas ini akan mendistribusikan sebanyak 120 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Proyek Kalija tahap satu mulai beroperasi komersial sekitar kuartal 1-2 2016," ujar Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Hendri Prio Santoso  ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (11/3).

Hendri mengatakan pembangunan pipa Kalija tahap satu yang menghubungkan Lapangan Kepodang dan PLTGU Tambak Lorok sepanjang 207 kilometer. Dalam proyek tersebut, perseroan bertindak sebagai investor sekaligus operator. 

"Nantinya, PT PLN Persero sebagai off taker-nya (pembeli)," jelasnya.

Selain memenuhi kebutuhan listrik, pasokan gas bumi tersebut diyakini bisa menghemat impor gas sebesar Rp 3-4 triliun. Sehingga, tidak ada tambahan gas dari impor lagi.

Dia menyebut, jalan tol untuk pendistribusian gas lintas pulau akan mulai dibangun. Pusatnya berada di Jawa Tengah. Sejauh ini, transmisi gas nasional belum ada yang menuju ke sulawesi.

"Kalau ke timur rasa-rasanya sumber gas bisa diangkut LNG," ucapnya.

Diketahui, pembangunan transmisi gas Kalija terdiri dari dua tahap. Tahap pertama ruas Kepodang-Tambak Lorok sepanjang 207 km dan tahap kedua Bontang-Semarang 1.200 km.

Proyek Kalija tahap I dapat berjalan setelah PGN mengakuisisi PT Kalimantan Jawa Gas, anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Anak perusahaan ini merupakan perusahaan pengelola pipa transmisi milik BNBRI yang memenangkan tender pada 2006. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Migas
  2. PGN
  3. Bakrie And Brothers
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini