Proyek smelter Freeport bisa perkuat kedaulatan pangan

Kamis, 5 Januari 2017 15:11 Reporter : Idris Rusadi Putra
Proyek smelter Freeport bisa perkuat kedaulatan pangan PT Freeport. REUTERS/Muhammad Yamin

Merdeka.com - PT Petrokimia Gresik (PG), sebagai salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional, khususnya melalui penyediaan pupuk bersubsidi.

Salah satu caranya adalah dengan membangun pabrik pengolahan mineral atau smelter PT Freeport Indonesia di kawasan Petrokimia Gresik.

Direktur Utama PG, Nugroho Christijanto mengatakan, hasil samping smelter yaitu asam sulfat dapat dimanfaatkan oleh PG sebagai bahan baku pupuk NPK.

"Oleh karena itu, kami siap menyerap asam sulfat hasil samping smelter PTFI. Dengan demikian, secara tidak langsung PT FI turut berperan dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional," ujar Dirut PG Nugroho Christijanto di Jakarta, Kamis (5/1).

Menurut Nugroho, asam sulfat jika tidak diolah lebih lanjut dapat berpotensi menjadi limbah. Penangannnya cukup sulit dan bisa berdampak terhadap lingkungan. Namun hal ini tidak akan menjadi masalah jika proyek smelter dibangun di kawasan industri PG.

"Rencana proyek smelter PT FI, dengan kapasitas hasil samping asam sulfat sebesar 2 juta ton per tahun, di kawasan industri PG berpotensi untuk dapat dioptimalisasikan dan diintegrasikan dengan pabrik smelter eksisting milik PT Smelting," katanya.

Berdasarkan Perjanjian Sewa Tanah antara PG dan PT FI pada Juni 2015, PG bertanggungjawab atas penyediaan lahan seluas 80 hektar untuk proyek smelter PTFI. Saat ini, lahan tersebut telah tersedia, baik dari aspek teknis maupun legalitas. Selain lahan, PG juga memiliki insfrastruktur pendukung, seperti pelabuhan untuk membongkar peralatan berat, ketersediaan pasokan air industri melalui proyek uprating atau peningkatan kapasitas air, dan berbagai sarana pendukung lainnya yang sudah tersedia.

Keberadaan proyek smelter PT FI dipastikan memberikan multiplier effect seperti serapan tenaga kerja, baik ahli ataupun kasar, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan berbagai manfaat positif lainnya. Dampak ini pun tidak hanya dapat dirasakan oleh masyarakat Gresik, tetapi juga masyarakat Jawa Timur pada umumnya.

"Ketersediaan lahan, legalitas, lengkapnya infrastruktur, kepastian serapan hasil samping, serta besarnya multiplier effect, adalah poin penting untuk mempercepat proses pembangunan smelter yang diperlukan oleh PTFI," kata Nugroho.

Saat ini PG memiliki kapasitas total produksi mencapai 7,73 juta ton per tahun yang terdiri dari produksi pupuk sebesar 4,44 juta ton per tahun dan non-pupuk (amoniak, asam sulfat, asam fosfat, gypsum, dan sebagainya) sebesar 3,29 juta ton per tahun.

Sejumlah rencana pengembangan membuat kapasitas produksi PG meningkat 15,9 persen menjadi 8,96 juta ton per tahun pada tahun 2017.

Selama ini PG telah memanfaatkan asam sulfat hasil samping smelter PT Smelting sebesar 980.000 ton per tahun. PT Smelting merupakan usaha patungan antara PT FI dengan Mitsubishi Materials Corporation yang berlokasi di kawasan industri PG.

Selain itu, pasokan asam sulfat PG juga berasal dari produksi sendiri sebesar 1,17 juta ton per tahun dan impor sejumlah 82.000 ton per tahun. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini