Proyek rel ganda Bogor - Sukabumi masih terkendala masalah lahan

Senin, 27 Agustus 2018 15:07 Reporter : Merdeka
Proyek rel ganda Bogor - Sukabumi masih terkendala masalah lahan Menhub Budi Karya. ©2018 Merdeka.com/Anggun P Situmorang

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan tengah mengerjakan proyek jalur rel ganda Bogor - Sukabumi sepanjang 7,4 Km untuk tahap I. Dalam APBN, pemerintah sudah menyiapkan anggaran pembangunan infrastruktur ini mencapai Rp 2,4 triliun.

Hanya saja, proyek ini sedikit mengalami kendala klasik, yaitu pembebasan lahan. Saat ini, pemerintah pusat masih menunggu keputusan Gubernur Jawa Barat mengenai harga yang akan dibayarkan ke pemilik tanah.

"Sekarang terus jalan, agak ketunda sedikit di pembayaran ganti rugi tanah, masih nunggu SK Gubernur, jadi agak mundur," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (27/8).

Dijelaskannya, pembayaran ganti rugi tersebut lebih tinggi dari yang direncanakan. Untuk itu, perlu keputusan pemerintah daerah sebelum semuanya kembali berjalan.

Meski demikian, Menhub optimis pembangunan tahap I ini bisa selesai di tahun ini. "Jadi tahap I yang 7,4 Km ini optimis akan selesai pada Desember 2018," jelas dia.

Seperti diketahui, pemerintah terus mempercepat pembangunan jalur ganda atau double track kereta api Bogor - Sukabumi. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas penumpang kereta api khususnya pada lintasan Bogor - Sukabumi.‎

"Dari Bogor ke Sukabumi kita akan buat jalur kereta double track jadi kalau sekarang ini 3 kali sehari akan kita buat Bogor ke Sukabumi itu hampir 12 kali dan rangkaian yang tadinya 3 bisa menjadi 12 sehingga produktivitas orang Sukabumi ke Bogor mudah," ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Selain peningkatan kapasitas, dengan dibangunnya jalur ganda ini nantinya dapat memindahkan jalur distribusi air mineral dari jalan raya ke kereta api. Menurut Budi, hal ini perlu segera dilakukan mengingat waktu tempuh dari Jakarta ke Sukabumi yang memerlukan waktu berjam-jam.

Sekarang ini dari Sukabumi kalau ke Jakarta bisa 6-7 jam sehingga masyarakat nantinya punya pilihan bisa naik mobil bisa naik kereta api. Sekarang ini Bogor dirugikan karena banyak kendaraan-kendaraan yang angkut minuman harus lewat jalan, jalannya akan rusak, kita akan upayakan kita pindahkan angkutan air tersebut melalui jalan kereta api,” jelas dia.

Terkait hal tersebut, lanjut Budi, pihaknya telah bertemu dan sepakat dengan asosiasi pengusaha air mineral untuk memindahkan angkutan barang khususnya di Jabodetabek dengan kereta api.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini