Program BBM Satu Harga Terus Berlanjut, Target Hadir di 160 Titik Akhir 2019

Selasa, 7 Mei 2019 11:31 Reporter : Dwi Aditya Putra
Program BBM Satu Harga Terus Berlanjut, Target Hadir di 160 Titik Akhir 2019 Agung Kuswandono soal BBM satu harga. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Kemaritiman memastikan program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga akan terus berlanjut di 2019. Sebagai negara kepulauan yang begitu luas, program BBM satu harga dinilai jadi salah satu cara mewujudkan keadilan sosial untuk masyarakat.

"Untuk masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan dan terluar adalah melalui BBM satu harga. Program lainnya yang sudah berjalan ada program lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE)," ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono, dikutip dari laman resminya, Selasa (7/5).

Seperti diketahui BBM satu harga merupakan program pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan. Pada 2018, dari target 67 penyalur, Pertamina berhasil mengoperasionalkan 70 penyalur. Ditargetkan pada akhir 2019, total 160 titik penyaluran BBM satu harga untuk Kawasan 3T akan beroperasi.

Kendati demikian, Agung menyebut untuk mewujudkan BBM satu harga, tidak mudah. Sebab, moda transportasi BBM ke penyalur yang ekstrim, kendala cuaca dan geografis juga kendala keamanan menjadi tantangan.

"Tempatnya terpencil, transport membutuhkan biaya tidak murah. Pemerintah harus melakukan terobosan. Jalur dibuka, suplai memadai, dan diperlukan subsidi," katanya.

Agung meyakini meski terhambat oleh beberapa kendala, daerah yang membutuhkan penyaluran BBM satu harga sangat banyak. Hanya saja, pihaknya menunggu kabar dari beberapa daerah untuk mengusulkan.

"Padahal ternyata ada daerah yang tidak mengusulkan, bukan karena sarana telekomunikasinya sudah maju, tapi karena daerahnya sangat terisolir sampai tidak mampu berkomunikasi dengan pusat," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya menginginkan agar ke depan harus memiliki data kebutuhan masyarakat yang tepat. Sebab, baik Listrik, BBM, telekomunikasi merupakan kebutuhan dasar juga jadi modal untuk mengembangkan ekonomi, tanpa itu, kehidupan tidak berkembang.

"Nah, dengan data yang tepat kita bisa lihat kekurangannya di mana, lalu kita perbaiki. BBM satu harga harus berlanjut, tapi infrastruktur jalan juga harus diperbaiki agar daerah-daerah ini tidak lagi terpencil terisolir, kalau daerahnya sudah terbuka, penyaluran BBM tentu akan lebih mudah dan subsidi transportasi dapat berkurang," tegasnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini