Produksi melimpah, ESDM pede Indonesia tak perlu impor gas pada 2019

Rabu, 12 Juli 2017 13:42 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Produksi melimpah, ESDM pede Indonesia tak perlu impor gas pada 2019 Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi Indonesia tidak perlu melakukan impor Liquified Natural Gas (LNG) pada 2019. Ini disebabkan karena bagusnya produksi LNG dalam negeri.

"Kemungkinan tidak impor (pada 2019). Terutama beberapa ladang gas dengan berhasilnya Eni (perusahaan migas asal Italia) yang di Jangkrik, kan maju nih ternyata bagus," ungkap Dirjen Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja, di sela-sela acara Gas Indonesia Summit and Exibition, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

Dia menjelaskan, sebelumnya ladang gas tersebut didesain untuk dapat memproduksi LNG pada kisaran 400 hingga 450 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Namun dalam perkembangannya ternyata dapat menghasilkan hingga 600 MMSCFD LNG.

"Tadinya didesain untuk 400 sampai 450 ternyata bisa sampai 600 mm," jelasnya.

"Jadi kemungkinan 2019 tidak perlu impor karena produksi kita ternyata bagus," katanya.

Sebelumnya, diberitakan berdasarkan Neraca Gas Bumi Indonesia yang diluncurkan Kementerian ESDM, Indonesia dikatakan akan mulai mengimpor gas pada 2019. Ini disebabkan naiknya kebutuhan gas dalam negeri. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini