Produksi 14 Juta Ton, Pupuk Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Optimalisasi Lahan Rawa

Rabu, 20 Mei 2020 14:12 Reporter : Merdeka
Produksi 14 Juta Ton, Pupuk Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Optimalisasi Lahan Rawa Distribusi Pupuk. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kementerian Pertanian pada 2020 ini siap melaksanakan kegiatan optimalisasi lahan rawa di 14 provinsi seluas 50.000 hektar. Program itu dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan di masa depan.

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan stok pupuknya saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri, dan siap ikut serta membantu program optimalisasi lahan rawa.

"Terkait dengan rencana optimalisasi lahan rawa, kami sebagai produsen pupuk yang saat ini masih dipercaya menjalankan penugasan dari pemerintah kami siap," ucap Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Imam Apriyanto Putro, dalam sesi bincang virtual bersama Antara, Rabu (20/5).

Imam menyampaikan, saat ini pihaknya memiliki kapasitas terpasang untuk total pupuk yang bisa diproduksi sekitar 14 juta ton.

"Itu saya rasa sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan lahan yang ada di republik ini. Kami siap apabila nantinya pemerintah memang akan menugaskan," ujar mantan Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tersebut.

Selain itu, dia juga menyatakan, Pupuk Indonesia siap mendistribusikan produk pupuk miliknya secara komersial ke wilayah yang nantinya akan menjadi pusat produksi pangan.

"Tapi apabila nanti subsidi akan dialihkan kepada para petani atau subsidi langsung, kami siap akan mendistribusikan untuk dijual secara komersial di area-area yang nantinya akan menjadi sentra-sentra produksi pangan di republik ini," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Cegah Pangan Langka Saat Corona, 255.000 Hektar Lahan Gambut Kalteng Siap Jadi Sawah

langka saat corona 255000 hektar lahan gambut kalteng siap jadi sawah

Pemerintah Jokowi-Ma'ruf terus mematangkan rencana pembukaan lahan baru atau lahan gambut untuk dioptimalisasi menjadi sawah. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi jika terjadi kekeringan dan ancaman kelangkaan pangan akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan berdasarkan hasil rapat dan kajian bersama dengan Presiden Joko Widodo dan Kementerian Lembaga terkait, ada sekitar 255.000 hektar lahan di Kalimantan Tengah yang berpotensi bisa dimanfaatkan untuk menjadi sawah.

Dari total lahan tersebut, baru sekitar 164.598 hektare saja yang berpotensi untuk digarap. Kemudian yang sudah ada jaringan irigasi sebanyak 85.456 hektare dan ada 57.195 hektare yang sudah dilakukan penanaman padi selama ini oleh transmigran dan keluarganya dan ada potensi ekstensifikasi sebesar 79.142 hektare.

"Potensi keseluruhan ini akan dipelajari 3 minggu ke depan di mana akan dilakukan kajian lingkungan hidup strategis kemudian review infentarisasi pengawasan pemilikan penggunaan dan pemanfaatan tanah dan kajian ketersediaan tenaga kerja di lokasi tersebut, ini yang akan jadi kajian tim dalam 3 minggu ke depan," jelas dia usai melakukan ratas di Jakarta, Rabu (16/5).

Menteri Pertanian, Syahrul Yassin Limpo menambahkan, saat ini kementeriannya sudah siap dan akan melakukan penanganan khusus di lahan pengembangan rawa gambut. Pihaknya akan berfokus pada 164.000 hektare lebih dulu tahap pertama.

"Kami akan berfokus pada 164.000 hektare dulu tahap pertama yang existing yang bisa kita intervensi dalam agenda cepatnya bisa sampai situ sambil menunggu pematangan lahan seperti rencana pak menko atas perintah presiden untuk lahan di atas 250 - 300 ribu hektare tapi dalam tahap pertama untuk 2020 ini kalau mungkin kita konsentrasi di 164 (ribu hektare) karena penanganan di lahan rawa adalah penanganan ekstra power maksudnya tidak seperti lahan sawah di jawa, atau lahan di dataran rendah dan gunung, dia butuh perhatian khusus," jelas dia.

Dia mengatakan, pengembangan lahan harus tersentuh dengan kepemilikan dan ketersediaan petani dalam lahan-lahan ekstensifikasi yang dikembangkan. Sehingga petani bisa menggunakan mekanisasi yang full system terhadap lahan-lahan tersebut.

"Tentu saja petani-petani itu harus dipersiapkan juga di sana dan kalau jumlah ratusan ribu itu tidak mudah, 1 hektar itu dibutuhkan minimal sekali 2-3 orang, kalau 200.000 berarti 300.000 orang harus dimukimkan di sana," kata dia.

"Kementan akan siap menangani dan siap untuk turun, kalau mungkin besok kami ke lapangan dulu ke kalimantan tengah, sudah janjian ke pak gubernurnya untuk memberikan input bagaimana penanganannya lebih jauh," sambung dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Kuartal I-2020, Produksi Pupuk Indonesia Grup Capai 3,1 Juta Ton
Polisi Bongkar Pabrik Pupuk Palsu di Gunung Kidul
Petani Diingatkan Waspada Pupuk Palsu, ini Ciri-Ciri Pupuk yang Asli
Genjot Produksi Kakao, Pemerintah Sediakan Pupuk Khusus
DPR Minta Kementan Validasi Ulang Data Penerima Pupuk Bersubsidi
Pupuk Indonesia Simpan Stok 15,27 Juta Ton, Cukup Hingga 2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini