Produk Tembakau Dipanaskan Wujud Pengembangan Teknologi Industri

Senin, 21 Oktober 2019 14:38 Reporter : Merdeka
Produk Tembakau Dipanaskan Wujud Pengembangan Teknologi Industri rokok elektrik. ©REUTERS/Mike Segar

Merdeka.com - Produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product) saat ini menjadi salah satu inovasi dari hasil pengembangan teknologi di industri tembakau, selain rokok elektrik.

Produk ini dihadirkan untuk membantu perokok dewasa beralih ke produk tembakau yang memiliki risiko lebih rendah dari pada rokok, sehingga pada akhirnya dapat berhenti merokok. Namun, publik belum mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai produk ini.

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Ariyo Bimmo mengatakan, pemerintah harus mendukung keterbukaan informasi dan kemudahan akses untuk produk tembakau yang dipanaskan yang kemudian dilindungi dengan regulasi khusus.

Sampai saat ini, kata Ariyo belum ada kebijakan yang mengatur secara detail terhadap produk tembakau alternatif, seperti dalam pemasaran, batasan usia pengguna, informasi produk, dan pengawasan.

"Dengan kombinasi regulasi yang kuat tetapi masuk akal, penilaian yang ketat, kesadaran yang lebih besar, dan pemasaran teregulasi, produk tembakau yang dipanaskan dapat memainkan peran penting dalam membantu perokok dewasa beralih ke produk ini," kata dia di Jakarta.

Sementara itu, Pembina Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Achmad Syawqie, menjelaskan produk tembakau yang dipanaskan berbeda dengan rokok elektrik ataupun rokok. Produk tembakau yang dipanaskan masih mengandung tembakau asli.

Hal ini berbeda dengan rokok elektrik yang menggunakan ekstraksi tembakau yang wujudnya berupa cairan (likuid), baik yang mengandung nikotin atau tidak. Cairan pada rokok elektrik juga biasanya memiliki banyak varian rasa, sedangkan produk tembakau yang dipanaskan menghadirkan cita rasa tembakau asli.

"Produk tembakau yang dipanaskan termasuk dalam kategori produk tembakau alternatif. Produk ini dirancang untuk memberikan penggunanya kebutuhan asupan nikotin dengan risiko yang lebih rendah daripada mengonsumsi rokok. Tapi, yang perlu diingat, produk ini beda dari rokok elektrik. Produk ini pakai tembakau asli," kata Syawqie.

Dia melanjutkan bahwa produk ini memanaskan tembakau pada suhu maksimum 350 derajat celcius. Dengan proses tersebut, produk tembakau yang dipanaskan menghasilkan uap, bukan asap.

“"Karena tidak menghasilkan asap, melainkan uap, jadi produk tembakau yang dipanaskan ini tidak menghasilkan TAR dan memiliki zat kimia berbahaya yang lebih rendah daripada rokok," terang Syawqie.

Baca Selanjutnya: Hasil Penelitian...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Rokok Elektrik
  3. Industri Rokok
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini