Prestasi Habibie, Berantas Praktik Monopoli & Buka Akses Usaha Masyarakat Luas

Kamis, 12 September 2019 18:31 Reporter : Idris Rusadi Putra
Prestasi Habibie, Berantas Praktik Monopoli & Buka Akses Usaha Masyarakat Luas BJ Habibie. ©2012 Merdeka.com/mudasir

Merdeka.com - Ekonom Hisar Sirait menilai salah satu prestasi yang menjadi sumbangsih almarhum presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie adalah berhasil menciptakan iklim dan membuka akses kegiatan usaha secara luas bagi masyarakat.

"BJ Habibie meniadakan semua praktik monopoli sekaligus membuka akses kegiatan ekonomi secara luas bagi masyarakat. Beliau mau berkorban demi kemajuan bangsa dan negara ini, kita semua turut berduka cita atas kehilangan beliau," ujar ekonom yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie tersebut saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis (12/9).

Hisar Sirait menambahkan bahwa ini adalah bukti sikap kenegarawanan beliau, termasuk kebijakan Habibie yang memberikan dan membuka alam yang demokratis bagi masyarakat dari kondisi terkungkung.

Dia berpendapat bahwa pada masa sebelum reformasi ada kesengajaan untuk menciptakan kendala atau faktor penghambat kepada orang untuk ikut terlibat dalam aktivitas perekonomian, dan ini adalah esensi dasar dari monopoli.

Menurut dia, pada saat itu, praktik monopoli dalam aktivitas ekonomi dan bisnis sangat mengakar kuat, namun semua itu berubah ketika BJ Habibie membuka iklim persaingan usaha dan meniadakan praktik monopoli tersebut.

"Artinya ketika zaman BJ Habibie berkuasa, masyarakat sudah mulai sadar praktik-praktik monopoli yang mengakar kuat di masa sebelum reformasi sangat merugikan bangsa Indonesia. Dan almarhum BJ Habibie memahami hal tersebut," kata Hisar Sirait.

Hisar menambahkan, Habibie ingin mewariskan sesuatu bagi bangsa ini sehingga beliau mau mengorbankan kenyamanan hidupnya selama ini demi membangun bangsa yang jauh lebih baik ke depannya. Hasilnya saat ini dinikmati oleh masyarakat Indonesia sekarang, termasuk berhasil membangun iklim persaingan usaha.

BJ Habibie belajar dari pengalaman hidup di Eropa bahwa benua biru tersebut bisa tumbuh dan maju karena adanya kesempatan yang sebesar-besarnya bagi setiap orang untuk mengakses kegiatan-kegiatan perekonomian. "Jika tidak ada persaingan usaha maka tidak akan tumbuh yang namanya sektor-sektor ekonomi. Kita harus berterima kasih kepada Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie," ujar dia.

Di era kepemimpinannya, Habibie berhasil mengesahkan UU No 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat.

UU No 5 membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berhasil menyelamatkan uang negara dan termasuk menguntungkan masyarakat dari terjadinya proyek asal jadi karena dana proyeknya tergerus oleh "permainan". [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini