Presiden Jokowi Tinjau Revitalisasi Pasar Seni Sukawati Rp91,9 Miliar

Jumat, 14 Juni 2019 10:51 Reporter : Moh. Kadafi
Presiden Jokowi Tinjau Revitalisasi Pasar Seni Sukawati Rp91,9 Miliar Presiden Jokowi Tinjau Revitalisasi Pasar Sukawati Gianyar Bali. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Jokowi mengunjungi proyek revitalisasi pasar seni Sukawati di Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (15/6). Kedatangan Presiden Jokowi juga didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Agung, dan Gubernur Bali I Wayan Koster dan berserta stakeholder lainnya.

Kedatangan Presiden Jokowi disambut oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan sejumlah warga Bali. Seperti biasa, begitu tiba di Pasar Sukawati, para warga Bali langsung meminta swafoto dan berjabat tangan dengan Presiden Jokowi.

Kepada para awak mereka, Presiden Jokowi menyampaikan pasar seni ini telah direlokasi. Relokasi berada di Lapangan Sutasoma, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

"Ini yang paling penting, Pasar Sukawati sudah direlokasi, dan bulan ini sudah rampung dikerjakan," ujarnya.

Rencananya, pembangunan pasar seni ini akan mulai dan ditargetkan akan selesai tahun 2020 dengan dana Rp89 miliar dari APBN dan Rp3,9 miliar dari APBD.

"Kita harapkan betul-betul jadi pasar yang bersih, pasar yang tertata sehingga pengunjung bisa nyaman datang ke Pasar Sukawati karena ini pasar rakyat yang sudah 30-an tahun. Kalau ke Bali belum ke Pasar Sukawati, itu belum ke Bali. Harus belanja, datang kesini harus belanja," ungkap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menjelaskan, Pasar Sukawati ini ditempati oleh 1.700 pedagang dengan volume parkir hingga 150 kendaraan. Presiden Jokowi pun berharap pasar ini dapat dijalankan dengan manajemen yang baik.

"Ini menghidupi 1.700 pedagang, itu kan luar biasa sebuah pasar. Ini harus menjadi sebuah pasar rakyat yang modern, yang tertata, manajemen baik, parkirnya juga di basement bisa 150-an mobil. Kalau dulu kan cari tempat parkir sangat sulit," ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menargetkan sebanyak 5.000 pasar modern yang bisa dapat direvitalisasi dalam lima tahun ke depan. Sementara, untuk pasar tradisional sebanyak 8.900 pasar.

"Kurang lebih sama seperti itu targetnya lima tahun lalu. Kita kan sudah 5.000 lebih pasar yang telah kita bangun, pasar yang gede. Pasar desa 8.900 pasar," ujarnya.

"Ke depan, pasar tetap sebagai sebuah bertemunya penjual dan pembeli, produk-produk dari petani, dari nelayan, dari pengrajin. Pasar-pasar di seluruh Indonesia (lewat revitalisasi pasar) memang harus hidup," ujar Presiden Jokowi. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini