Presiden Jokowi: Survei Tunjukkan Indonesia Negara Paling Diminati Investor di 2020

Kamis, 2 Januari 2020 11:12 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Presiden Jokowi: Survei Tunjukkan Indonesia Negara Paling Diminati Investor di 2020 Jokowi di BEI. ©2020 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) Indonesia meningkat sepanjang 2019. Hal tersebut terlihat dari survei Bloomberg, terhadap 57 trader (pemain saham), strategist (ahli strategi investasi) dan investor top dunia tentang negara berkembang atau emerging market.

Hasilnya Indonesia berada di posisi pertama sebagai negara yang paling diminati para investor di 2020. "Kita patut bersyukur Indonesia tercatat dan diakui dunia sebagai most preferred emerging market di tahun 2020. Mengalahkan China, India, Brasil dan negara-negara yang pertumbuhannya diakui dunia," kata Presiden Jokowi saat membuka perdagangan perdana saham tahun 2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Kamis (2/1).

Diketahui dari data tersebut terlihat dari hasil tiga kategori yaitu investasi saham, obligasi, dan mata uang, Indonesia berada di posisi teratas. Untuk investasi saham, di antara negara emerging market lainnya, Indonesia berada di posisi pertama sebagai negara yang paling diminati para investor dunia di 2020. Dalam laporan tersebut, Indonesia naik dua peringkat dibanding 2019 yang berada di urutan ke-3 favorit para investor.

Kemudian, investasi obligasi, surat utang negara Indonesia pada 2020 masih tetap menjadi pilihan utama para investor global. Terlihat dari data tersebut, Indonesia bertahan di posisi pertama, berada di atas Rusia, Meksiko, Brasil, dan India. Sebuah potret kepercayaan dunia terhadap kemampuan finansial negara Indonesia.

Sementara, untuk investasi mata uang (currencies), peringkat Rupiah Indonesia merangsak naik ke peringkat dua setelah pada 2019 berada di posisi ke-5. Indonesia kalah dari Rubel Rusia. Sebab itu, Presiden Jokowi meminta untuk pihak OJK serta otoritas bursa menjaga kepercayaan para investor. Jangan sampai ada manipulator dalam menggoreng saham.

"Karena itu saya tekankan semua pihak kita semuanya harus menjaga kepercayaan ini. Trust harus kita perjuangkan, harus kita kembalikan kepada pasar modal Indonesia," ungkap Presiden Jokowi.

1 dari 2 halaman

Presiden Jokowi Pesan BEI dan OJK Hapus Praktik Goreng Saham

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka perdagangan perdana saham tahun 2020 di Bursa efek Indonesia (BEI). Dalam sambutannya, Presiden Jokowi meminta kepada otoritas bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membersihkan praktik-praktik jual beli saham ilegal. Hal itu lantaran ditemukan laporan dari beberapa pihak terkait manipulator saham.

"Saya berpesan dan mendukung agar otoritas bursa; OJK, BEI segera membersihkan bursa dari praktik-praktik jual beli saham yang tidak benar. Jangan kalah dengan yang jahat-jahat. Hati-hati," kata Presiden Jokowi saat membuka perdagangan perdana saham tahun 2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Kamis (2/1).

Dia menegaskan jangan sampai ada harga saham digoreng-goreng lagi. Hal tersebut kata dia menyangkut kepercayaan bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia.

"Jangan sampai ada lagi dari 100 digoreng-goreng jadi 1.000, goreng-goreng jadi 4.000. Ini menyangkut kepercayaan yang akan kita bangun. Praktik goreng-gorengan saham yang menimbulkan korban dan kerugian. Tidak boleh ada manipulasi pasar dan trans keuangan yang menjurus pada fraud, pada kriminal harus ditindak dengan tegas. Sudah," ungkap Presiden Jokowi.

2 dari 2 halaman

Ciptakan Transparansi Tarik Kepercayaan Investor

Presiden Jokowi juga meminta kepada semua pihak agar menciptakan transparansi. Hal tersebut, kata Presiden Jokowi, untuk meraih kepercayaan para investor dari dalam maupun luar negeri.

"Ini sekali lagi penting untuk meraih kepercayaan investor baik dalam maupun luar negeri. Ini penting sekali. Kita harus membangun sebuah ekosistem yang baik, sebuah atmosfer yang baik," ungkap Presiden Jokowi.

Tidak hanya itu, di 2020, dia berharap OJK dan BI untuk mencanangkan pembersihan pasar modal dari para manipulator. Dengan begitu kata dia, Indonesia akan jadi perhatian dan para investor akan tertarik untuk berinvestasi.

"Yang sering memanipulasi. Manipulator ya berarti sering manipulasi. Yang tidak benar dipoles-poles jadi benar. Yang 100 tadi dipoles-poles jadi 1.000. Hati-hati bersihkan dan hentikan ini," ungkap Presiden Jokowi.

[bim]

Baca juga:
Fakta-fakta Skema Upah per Jam dalam Omnibus Law
Tutup Perdagangan Bursa, Sri Mulyani Banggakan Capaian Infrastruktur RI
Sri Mulyani Sebut Omnibus Law Perpajakan Banyak Ditunggu Pelaku Usaha
KSEI Catat Jumlah Investor Pasar Modal 2019 Capai 2,4 Juta, 98 Persen dari Lokal
Serikat Buruh Tagih Janji Presiden Jokowi untuk Dilibatkan Rancang Omnibus Law
Per 26 Desember 2019, Bank Indonesia Catat Dana Asing Masuk Indonesia Capai Rp226 T

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini