Presiden Jokowi Soroti Maraknya Investasi Bodong di Tengah Pandemi

Kamis, 20 Januari 2022 13:56 Reporter : Anisyah Al Faqir
Presiden Jokowi Soroti Maraknya Investasi Bodong di Tengah Pandemi Jokowi di Dies Natalis ke-67 Unpar. ©2022 Merdeka.com/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti munculnya investasi bodong, penipuan investasi dan sejenisnya yang kian marak dalam 2 tahun terakhir. Kerangka model penipuan tersebut sangat merugikan masyarakat.

Di masa sulit seperti ini, dia meminta pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak boleh kendor karena pengawasan yang lemah akan membuka celah. Membuka peluang berbagai kejahatan yang muaranya akan merugikan masyarakat.

"Persoalan-persoalan seperti ini juga menjadi tugas kita bersama dan OJK sebagai motornya," kata Presiden Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 di Jakarta, Kamis (20/1).

Di sisi lain, dia mengapresiasi koordinasi OJK dengan sektor jasa keuangan dan riil di tengah pandemi Covid-19. Presiden Jokowi menilai industri jasa keuangan saling mendukung dan menguatkan di masa-masa sulit.

"Jika sektor jasa keuangan hanya memikirkan keuntungan semata tanpa menggerakkan sektor riil akan berpotensi memunculkan skema ponzi," ungkap Presiden Jokowi.

Kepala negara ini mengatakan, tanpa sektor jasa keuangan yang baik, perekonomian nasional tidak akan berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Begitu juga sebaliknya, sektor jasa keuangan tidak bisa kuat jika tidak didukung dengan pergerakan sektor riil.

2 dari 2 halaman

Jokowi Minta OJK Permudah Akses Permodalan untuk UMKM dan Koperasi

ojk permudah akses permodalan untuk umkm dan koperasi rev1

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyoroti sektor UMKM yang terdampak pandemi dalam 2 tahun terakhir. Dia menyebut sebagian besar pelaku usaha belum mendapatkan porsi kredit yang sesuai.

Dia memperkirakan baru 20 persen pelaku usaha yang mendapatkan akses pembiayaan. Padahal target pemerintah di tahun 2024 lebih besar lagi.

"Target kita di 2024 bisa mencapai 30 persen untuk porsi UMKM," kata dia.

Untuk mencapai target tersebut pun tidak bisa menunggu di tempat. Seharusnya OJK bisa jemput bola atau melakukan berbagai terobosan. Dia tak mau lagi mendengar keluhan dari masyarakat yang mengaku sulit mendapatkan akses pembiayaan.

"Tidak boleh ada lagi cerita misalnya akses kredit yang sulit, akses pembiayaan di sektor informal yang sulit," katanya.

Baik UMKM maupun koperasi tidak boleh ada lagi yang kesulitan akses permodalan. Aksesnya harus dipermudah dan dipercepat sehingga memberikan peluang lebih besar bagi generasi muda yang memulai usaha. Termasuk UMKM untuk mengembangkan usaha dan memperbesar skala usahanya.

[bim]

Baca juga:
Polisi Buru Dua Otak Penipuan Investasi Robot Trading Skema Ponzi
Polisi Tangkap 4 Orang soal Investasi Penjualan Aplikasi Robot Trading, 2 Masih Buron
Polri: Sementara, Total Kerugian Kasus Investasi Ilegal Alkes Capai Rp503 M
Polisi Terima Lagi Dua Laporan Kasus Penipuan Investasi Sunmod Alkes
Seluk Beluk Investasi Bodong EDCcash dan Cara Menghindarinya
Seorang Selebgram di Palembang Jadi Tersangka Kasus Investasi Bodong

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini