Presiden Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Tak Banyak Gunakan Produk Impor

Jumat, 8 November 2019 12:56 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Presiden Jokowi Minta Pembangunan Infrastruktur Tak Banyak Gunakan Produk Impor Jokowi dan Jusuf Kalla Hadiri HUT Partai Golkar. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa pembangunan infrastruktur harus menciptakan lapangan kerja. Selain itu, dia juga meminta pembangunan infrastruktur dapat menyerap produk-produk dalam negeri.

"Ini saya ingatkan, jangan sampai pembangunan infrastruktur terlalu banyak menggunakan barang-barang import dan meninggalkan kelas UKM (Usaha Kecil Menengah) kita," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab, Jumat (8/11).

Kepala Negara meminta agar para pengusaha yang bergerak di bidang konstruksi mengajak pengusaha UKM bekerja sama dalam pembangunan ini. "Saya minta agar produksi dalam negeri betul-betul menjadi perhatian yang serius, agar pembangunan infrastruktur besar-besaran ini mendongkrak industrialisasi dalam negeri. Jadi ngefeknya pada pembangunan industrialisasi di dalam negeri kita," tegas Presiden Jokowi.

Pemerintah, lanjut Presiden Jokowi, menyediakan alat berat produksi dalam negeri, kebutuhan baja produk dalam negeri dan berbagai kebutuhan material dan bahan baku lainnya dari dalam negeri. Sehingga sektor konstruksi untuk infrastruktur bisa berkontribusi dalam menurunkan defisit neraca transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan kita.

1 dari 2 halaman

BUMN Jangan Ambil Semua

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan, keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur pada akhirnya pasti terkait dengan kesiapan pendanaan. Tidak mungkin semua infrastruktur yang mau dibangun bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Oleh karena itu, pembiayaan kreatif seperti Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU), lalu PINA (Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah) dan yang lain-lainnya harus diberdayakan.

Sementara, untuk daerah-daerah yang Internal Rate of Return (IRR) nya rendah, pemerintah akan menangani. "Selalu saya sampaikan, tolong tawarkan berikan prioritas pada swasta dulu, kalau swasta tidak mau, silakan BUMN mengerjakan, terutama yang internal rate of return nya rendah karena ada suntikan payment. Kalau BUMN tidak mau, dikerjakan oleh pemerintah," jelas Presiden Jokowi.

Presiden mengingatkan juga agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jangan mengambil semua proyek nasional. Berikan ruang bagi swasta termasuk para pengusaha lokal untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur ini.

"Ini selalu banyak sekali kontraktor lokal provinsi, kabupaten/kota berkeluh kesah kepada saya, 'pak kok semuanya diambil BUMN?'. Saya sudah perintahkan ini, tidak sekali dua kali. Dan saya harapkan 5 tahun ke depan peran swasta, peran kontraktor lokal betul-betul bisa diberikan ruang yang sebesar-besarnya," tegas Presiden Jokowi.

2 dari 2 halaman

Menko Darmin: Impor TInggi Karena Kita Banyak Bangun Infrastruktur

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, memberi pengarahan kepada sejumlah duta besar Indonesia untuk luar negeri di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta. Pertemuan tersebut untuk menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia terkini.

Salah satu sorotan Menko Darmin adalah defisit transaksi berjalan. Di mana hal tersebut dipengaruhi oleh besarnya impor yang dilakukan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

"Impor tinggi karena kita bangun infrastruktur banyak. Jadi sebenarnya itu sebetulnya kita bisa baca 2 tahunan lalu sehingga kita sudah rancang kebijakan untuk menghadapi itu," ujar Menko Darmin.

[bim]

Baca juga:
BI Ungkap Alasan Vitalnya Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur 5 Tahun Mendatang
Dinas Bina Marga DKI: JPO Tanpa Atap Hanya Ada di Tengah Kota
Saat Presiden Jokowi Sentil Perusahaan BUMN
Perebutan Stadion Andi Mattalatta, YOSS Gugat Pemprov Sulsel ke PTUN
Menteri ESDM Mulai Benahi Proyek Energi Terbarukan Mangkrak
Realisasi Investasi Tol Masih Jauh dari Target
Presiden Jokowi Target RI Miliki 5.000 Km Jalan Tol di 2024

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini