Presiden Jokowi Keluhkan Impor Petrokimia Terbesar RI, ini Respons Menteri Airlangga

Selasa, 16 April 2019 12:25 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Presiden Jokowi Keluhkan Impor Petrokimia Terbesar RI, ini Respons Menteri Airlangga Menperin Airlangga soal impor petrokimia. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah terus berupaya untuk menekan impor produk Petrokimia, seperti plastik. Salah satunya lewat upaya mendorong investasi di sektor tersebut.

Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa implementasi rencana investasi sektor Petrokimia membutuhkan jangka waktu yang jauh lebih panjang dibandingkan industri lain.

"Tentu kita harapkan realisasi investasi petrokimia bisa dimulai. Tapi kalau ditanya berapa lama, membangun industri petrokimia, ya 3 sampai 4 tahun, tahun 2022 baru jadi. Kalau kita bicara industri yang lain juga minimal 1,5 sampai 2 tahun," kata dia, di acara acara Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/4).

"Kalau mempercepat Petrokimia itu kan tidak kayak bikin pabrik tahu. Jadi itu butuh waktu 4 tahun," tegas dia.

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, sambil menunggu realisasi investasi petrokimia, Kementerian Perindustrian mendorong tumbuhnya industri recycle plastik.

"Nah salah satu yang mempercepat itu adalah mendorong sirkular ekonomi yaitu recycle plastik. Karena kebutuhan kita terhadap industri petrokimia kan 5 juta ton plastik produk karena plastik itu digunakan untuk konstruksi, otomotif, untuk banyak barang," ujar dia.

"Karena recycle plastik saat sekarang baru 10 persen. Ini kita mau dorong naik menjadi 25 persen dan kalau menggunakan industri recycle investasinya jauh lebih rendah, implementasinya kurang dari 1 tahun," lanjut Airlangga.

Sejauh ini, kebutuhan plastik tersebut baru dipenuhi oleh pabrik milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Dia mengharapkan ke depannya investasi yang sudah berjalan di sektor Petrokimia seperti oleh PT. Lotte Chemical Indonesia plus ekspansi yang dilakukan PT Chandra Asri dapat menambah suplai plastik.

"Kebutuhan kita yang 5 juta ton kan baru dipenuhi oleh Chandra Asri 1 juta, nanti dengan Lotte tambahan 1 juta plus Chandra Asri ekspansi, kira-kira 3 juta. Sementara itu masih ada kebutuhan impor. Dari pada kita impor terlalu banyak, ya kita recycle saja," tandasnya.

Sebelumnya, Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi), menyatakan akan terus mendorong pembangunan industri Tanah Air dalam menekan defisit neraca perdagangan. Harapannya impor bisa terus berkurang karena telah disubtitusi produk dalam negeri.

"Industri Petrochemical dikembangkan di Indonesia karena terbesar impor kita di situ. Kilang dibangun untuk menekan impor," ujarnya saat debat capres kelima di Hotel Sultan, Jakarta. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini