Presiden Jokowi Inginkan Jadi Wisata Super Premium, ini Sederet Masalah Labuan Bajo

Senin, 20 Januari 2020 11:48 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Presiden Jokowi Inginkan Jadi Wisata Super Premium, ini Sederet Masalah Labuan Bajo Jokowi di Labuan Bajo. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas untuk mempersiapkan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dapat menjadi destinasi wisata super premium. Pengembangan destinasi super premium Labuan Bajo akan mulai dibenahi pada awal tahun ini.

"Ada beberapa hal yang ingin saya tekankan di sini berkaitan dengan Labuhan Bajo," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari Antara dalam rapat terbatas dengan topik 'Pengembangan Destinasi Pariwisata Labuan Bajo' di Hotel Plataran Labuan Bajo, NTT, Senin (20/1).

"Yang pertama yang berkaitan dengan penataan kawasan, kita memang ingin segmen pasar wisatawan yang hadir di sini adalah yang pengeluarannya lebih besar dari wisatawan kebanyakan dan oleh sebab itu kita perlu sekali melakukan integrasi baik berkaitan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan," ungkap Presiden Jokowi.

Presiden pun menilai bahwa masih perlu tambahan sejumlah hotel baru di Labuan Bajo. "Kita tahu juga di sini ada beberapa hotel berbintang dengan beberapa fasilitas yang ada tapi kita melihat masih sangat diperlukan tambahan hotel untuk Labuan Bajo," tambah Presiden Jokowi.

Presiden menyebutkan ada 5 zona yang harus ditata. "Pertama di Bukit Pramuka, kedua di Bukit Air, ketiga di pelabuhan peti kemas kemudian di dermaga penumpang, keempat di kawasan Marina dan kelima di zona Kampung Ujung," ungkap Presiden.

Presiden menegaskan agar kelima zona tersebut dapat menjadi ruang publik yang tidak terputus. "Sehingga menghadirkan sebuah 'landscaping' yang indah yang menjadi generator penggerak pembangunan kawasan pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo," tambah Presiden Jokowi.

Presiden pun memerintahkan penambahan infrastruktur di Bandara Komodo, Labuan Bajo. "Berkaitan dengan infrastruktur kita berharap awal tahun ini 'run way' dan terminal akan segera dimulai, betul Pak Menhub? Karena semua sudah siap dan kita harapkan nantinya bandara ini akan mendapat lalu lintas, traffic yang makin banyak karena pengelolanya memiliki kemampuan, memiliki jaringan yang baik dalam mendatangkan wisatawan ke Labuan Bajo," jelas Presiden Jokowi.

1 dari 1 halaman

Permasalahan Sumber Daya Manusia Hingga Ketersediaan Air Bersih

daya manusia hingga ketersediaan air bersih

Presiden Joko Widodo menegaskan masyarakat lokal harus ikut menikmati manfaat pengembangan kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai destinasi wisata superpremium. "Oleh karenanya, masyarakat harus cepat-cepat kita tingkatkan kemampuannya, kita tingkatkan kompetensinya dari sisi keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan di industri pariwisata yang ingin kita kerjakan," tambah Presiden Jokowi.

Selanjutnya, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga, menurut Presiden Jokowi, jangan sampai ditinggal. "Saya berharap ada creative hub yang akan menggarap produk-produk lokal baik sisi desain, packaging, sisi harga. Kita harapkan nantinya tenun, kopi, dan makanan khas benar-benar bisa tumbuh. Seiring dengan itu, atraksi budaya lokal, kesenian lokal semakin hidup dan menghidupkan di kawasan Labuan Bajo," jelas Presiden Jokowi.

Masalah lain yang harus diselesaikan adalah mengenai sengketa tanah. "Saya juga mencatat ini mungkin untuk Pak Gubernur (NTT) dan Pak Bupati, mengenai masih banyaknya tanah sengketa di sini. Ini tolong jadi catatan karena ini jadi perhatian dari para investor yang ingin menanamkan modal di sini. Betul-betul diselaraskan hukum adat di sini dan hukum positif yang kita miliki," tegas Presiden.

Tidak ketinggalan Presiden Jokowi meminta kapal besar yang masuk ke Labuan Bajo sudah terdaftar. "Kapal besar yang masuk ke Labuan Bajo saya minta teregistrasi. Jangan sampai di sini hanya menikmati dan membuang sampahnya, tapi masyarakat di sini tidak mendapat manfaat dari kapal besar yang masuk," ungkap Presiden.

Presiden selanjutnya mengingatkan mengenai kebersihan di kawasan wisata. "Mengenai sampah baik darat maupun laut mungkin perlu kita acarakan satu gerakan dari LHK (lingkungan hidup dan kehutanan) untuk pembersihan sampah di laut, di karang. Saya mendapat keluhan dari orang-orang yang datang di sini untuk diving, walau belum banyak tapi harus segera dibersihkan sebelum jadi banyak," tambah Presiden Jokowi.

Sedangkan di darat, presiden meminta Kementerian PUPR dan Kementerian LHK menyiapkan infrastruktur pembuangan sampah baik insulator atau cara lainnya. "Berkaitan dengan air baku, saya minta Menteri PUPR menyiapkan tambahan air baku karena ini menjadi keluhan yang saya dengar dari pemilik hotel di sini," ujarnya.

Selanjutnya, Presiden menargetkan hingga akhir 2020 seluruh infrastruktur sudah siap dibangun. "Bila semua sudah rapi dan tertata, promosi saya minta segera dilakukan oleh Kementerian Pariwisata termasuk event internasional agar menarik wisatawan datang ke Labuan Bajo," ungkap Presiden.

Terakhir, Presiden meminta ada kepastian keamanan bagi wisatawan. "Saya harap disiapkan organisasi baik Basarnas dan BNPB berkaitan keamanan wisatawan, paling tidak kalau mereka lihat ada SAR, ada BNPB, rasa aman dan nyaman akan muncul karena mereka bisa lihat kita berupaya untuk mengatasi itu," tegas Presiden Jokowi.

Rapat yang berlangsung di pantai tepi Laut Flores itu dihadiri oleh Menteri Pariwisata Wishnutama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito dan para pejabat terkait lainnya.

[bim]

Baca juga:
Percantik Labuan Bajo, PUPR Siapkan Dana Pembangunan Rp 979 M Target Selesai Desember
Jokowi sebut Labuan Bajo akan jadi Destinasi Wisata Super Premium
Bertolak ke Labuan Bajo, Jokowi Tinjau Pembangunan Infrastruktur Transportasi
Menhub Budi Akan Tinjau Lahan Bakal Calon Pelabuhan Multifungsi di Labuan Bajo
Pengelola Changi Singapura Resmi Kelola Bandara Komodo Labuan Bajo untuk 25 Tahun
Menko Luhut Sebut Labuan Bajo jadi Calon Lokasi KTT APEC atau G20 di 2023

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini