Presiden Jokowi Ingatkan Mobil Listrik di Indonesia Jangan Dijual Terlalu Mahal

Kamis, 8 Agustus 2019 13:13 Reporter : Merdeka
Presiden Jokowi Ingatkan Mobil Listrik di Indonesia Jangan Dijual Terlalu Mahal Jokowi Soal Mobil Listrik. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani peraturan presiden (perpres) tentang industri mobil listrik. Presiden Jokowi ingin harga mobil listrik yang dijual di Indonesia, dapat terjangkau oleh masyarakat.

Presiden Jokowi mengaku senang apabila kendaraan berbasis listrik itu dapat dijual secara besar-besaran di Indonesia. Namun, dia juga tak ingin produksi tersebut sia-sia jika tidak menarik minat masyarakat.

"Membuatnya bisa, (tapi) yang beli (mobil listrik) ada? Karena 40 persen harganya (mobil listrik) lebih mahal dari mobil biasa. Mau beli?" ucap Presiden Jokowi di Gedung Sekretariat ASEAN Jakarta Selatan, Kamis (8/8).

"Yang penting bisa dibeli konsumen. Tidak mungkin bikinnya bisa, yang beli tidak ada, untuk apa. Atau belinya murah tapi rusak terus untuk apa?" sambungnya.

Maka dari itu, Presiden Jokowi meminta agar pemda memberikan insentif kepada para pengguna mobil listrik. Dengan insentif ini, dia berharap dapat menekan harga sehingga mobil listrik dapat berseliweran di kota-kota besar Indonesia.

Selain itu, Indonesia yang kaya akan bahan baku baterai mobil listrik, diharapkan juga dapat menekan harga jual. "Kita harapkan nanti dengan bahan-bahan baterai di Indonesia mungkin harganya bisa ditekan lebih murah, akan berseliweran di kota-kota Indonesia," ujarnya.

Khusus di DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan akan memberikan insentif terhadap pengguna mobil listrik, berupa pembebasan di kawasan ganjil-genap. "(Kawasan) ganjil-genap bebas untuk mobil listrik," kata Anies yang saat itu berada disamping Jokowi.

Presiden Jokowi lalu memberi saran agar Pemprov DKI juga dapat memberikan insentif berupa penggratisan parkir gratis dan memberikan subsidi saat membeli mobil listrik.

"Ada negara-negara yang memberi subsidi sekian dolar untuk membeli mobil listrik. Dan dimulai seperti di Jakarta, busnya, mendorong taksi-taksinya," jelasnya.

Reporter: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini