PPKM Jawa-Bali Dinilai Direspon Positif Pasar Saham

Selasa, 12 Januari 2021 11:33 Reporter : Anisyah Al Faqir
PPKM Jawa-Bali Dinilai Direspon Positif Pasar Saham Anies Baswedan Teken Kepgub Perpanjangan PSBB Transisi. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Pasar investasi merespon positif kebijakan Pemerintah Indonesia yang memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tercermin dari penutupan IHSG pada 11 Januari 2021 yang menguat 125 poin atau 2 persen di level 6.382,98. dan pembukaan pada 12 Januari 2021 naik 0,57 persen atau 36 poin ke posisi 6.419,7.

"Kebijakan PSBB ketat ini disetujui pasar, dampaknya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) positif," kata Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (12/1).

Ibrahim menjelaskan, kebijakan ini direspon positif karena beberapa negara juga melakukan hal yang sama. Demi mengurangi dampak dari penyebaran virus corona, sejumlah negara juga melakukan upaya pembatasan wilayah (lockdown). Semisal Inggri, Eropa, Jerman, Spanyol, sampai beberapa negara di Asia seperti Malaysia, Singapura dan Indonesia.

"Di Inggris juga melakukan lockdown secara nasional untuk mencegah penyebaran virus dan masyarakatnya menjalani vaksinasi," kata Ibrahim.

Pun dengan Indonesia yang juga melakukan PPKM mulai 11 Januari 2021 lalu sebagai upaya pengendalian penyebaran virus. Apalagi, terjadi kenaikan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pasca momentum libur natal dan tahun baru. Sehingga, penerapan PPKM diberlakukan untuk mengendalikan keadaan.

"Di Indonesia pasca libur natal dan tahun baru kasus makin banyak, dan saya melihat Indonesia mengkloning yang dilakukan negara lain, melakukan pengetatan PSBB (PPKM)," kata dia.

Upaya ini pun direspon positif oleh pasar investasi. Tercermin dari pergerakannya yang positif. "Artinya PSBB yang dilakukan pemerintah ini disetujui pasar," sambung dia.

Beberapa saham farmasi dan teknologi mendulang keuntungan. Selain dua sektor itu, sektor perbankan dan ritel juga ikut terdampak positif dengan adanya kebijakan ini. "Yang diuntungkan ini farmasi, teknologi, perbankan dan kemudian ritel," kata dia.

Menurutnya, sektor ritel tetap diuntungkan lantaran dia melihat masyarakat Indonesia sudah mulai terbiasa dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kini diubah menjadi PPKM. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini