Polemik Mahalnya Harga Kebutuhan Pokok Buat Mendag Zulkifli Hasan Shock

Jumat, 17 Juni 2022 07:30 Reporter : Sulaeman, Idris Rusadi Putra
Polemik Mahalnya Harga Kebutuhan Pokok Buat Mendag Zulkifli Hasan Shock Mendag Zulkifli Hasan blusukan di Pasar Cibubur. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Harga kebutuhan pokok atau harga pangan di beberapa daerah terpantau terus naik. Misalnya, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Di mana, komoditas cabai merah yang kini harganya menembus Rp100.000 per kilogram.

Tak hanya cabai merah, beberapa bahan pokok lain juga terjadi kenaikan harga seperti cabai rawit, tomat, bawang merah serta kebutuhan lainnya. Hanya saja tidak terlalu tinggi.

Pedagang pasar Keutapang, Kamal mengatakan, harga cabai cabe rawit juga naik menjadi Rp50.000 per kilogram dari sebelumnya Rp45.000 per kilogram, kemudian bawang merah peking dari Rp15.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.

Tingginya harga kebutuhan pokok saat ini menjadi tugas cukup berat untuk Menteri Perdagangan yang baru, Zulkifli Hasan. Hari pertama usai dilantik, Mendag Zulkifli pun langsung terjun ke pasar untuk melihat langsung harga kebutuhan pokok.

Shock, itu yang pertama dirasakan Mendag penggati Muhammad Lutfi tersebut ketika meninjau langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Cibubur.

"Saya terus terang shock. Kebutuhan pokok semuanya hampir naik. Eh cabai saja naik dari Rp80.000 per kilogram menjadi Rp110.000 per kilogram ," ujarnya kepada wartawan di Pasar Cibubur, Jakarta Timur Kamis (16/6).

Selain cabai, komoditas daging ayam juga mengalami kenaikan menjadi Rp29.000 per Kg. Saat normal, harga bahan tinggi protein tersebut dijual Rp21.000 sampai Rp22.000 per kilogram. "Telur juga kemarin sempat Rp26.000 sekarang rata-rata Rp29.000 per kilo," imbuhnya.

Mendag Zulkifli juga mendapati harga terigu naik. Diikuti, tempe yang dijual Rp12.000 dari sebelumnya Rp7.000. "Harga bumbu-bumbu juga naik, kalau terigu jelas karena barang impor, kedelai juga," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Penyebab Mahalnya Harga Kebutuhan Pokok

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan buka suara, terkait penyebab utama mahalnya harga bahan pangan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Mendag Zulkifli menyebut, lonjakan harga pangan disebabkan oleh tingginya ketergantungan impor.

"Masalah utama kita ini adalah tingginya ketergantungan impor pangan. Hampir semua impor, itu problem utama kita," kata Mendag Zulkifli kepada wartawan di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (16/6).

Mendag Zulkifli mencontohkan, kenaikan harga daging ayam menjadi Rp26.000 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp21.000-Rp22.000 per kg disebabkan oleh lonjakan pakan ternak. Mengingat, harga jagung impor sebagai salah satu komposisi pakan ternak mengalami kenaikan drastis.

"Nah, saya tadi kenapa ayam naik sih? Itu rupanya pakannya, campuran pakannya jagung, ada impor juga," jelasnya.

Selain komoditas ayam, Mendag Zulkifli mendapati harga tempe mengalami kenaikan harga menjadi Rp12.000 dari sebelumnya Rp7.000. Hal ini dipengaruhi oleh mahalnya harga kedelai impor sebagai bahan baku kedua bahan pangan favorit masyarakat tersebut.

"Kedelai naik dulu 1 ton nya dibawah Rp 1 juta. sekarang hampir Rp 1,3 juta per ton," bebernya.

Kemudian, harga daging sapi di Pasar Cibubur juga masih tinggi rata-rata di jual Rp140.000 per kg. Mendag Zulkifli menggolongkan komoditas daging sapi sendiri ke dalam bahan pangan impor. "Daging itu impor," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Lalu, Apa Solusi dari Mendag?

Mendag Zulkifli mengakui bukan persoalan mudah bagi Kementerian Perdagangan untuk mengatasi persoalan harga pangan tersebut. Mengingat, diperlukannya sinergi yang melibatkan kementerian/lembaga terkait guna mengurangi ketergantungan impor.

"Kita akan selesaikan bareng-bareng dengan kementerian terkait," katanya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri berharap, Mendag Zulkifli dapat mengatasi persoalan pangan terkait lonjakan harga yang terjadi akhir-akhir ini. Mengingat, dalam waktu dekat akan memasuki perayaan Idul Adha 2022.

Selain persoalan kenaikan harga pangan, Ikappi juga meminta Mendag Zulkifli untuk lebih berpihak terhadap sektor UMKM dan memperkuat perdagangan dalam negeri. Menyusul, pelaku UMKM amat terbebani dengan lonjakan harga pangan yang tak kunjung berhasil diatasi.

"Dan satu harapan kami berpihak lah kepada pedagang pasar tradisional, berpihaklah kepada UMKM dan perkuat perdagangan dalam negeri agar tidak tersesat di dalam hutan," ujar Abdullah dalam keterangannya, Kamis (16/6).

Dia juga berharap Mendag Zulkifli mampu menyelesaikan berbagai persoalan di sektor perdagangan khususnya pangan yang dinilai amat rumit layaknya hutan belantara.

"Terhadap Mendag yang baru tetapi kami ingin menyambut welcome to jungle. Kepada pak menteri, belantara hutan ini harus diperbaiki, dirapikan untuk memperkuat keberhasilan program pangan nasional," paparnya. [idr]

Baca juga:
Harapan Pelaku Usaha ke Mendag Zulkifli Hasan, Termasuk Stabilitas Harga Pangan
Mendag Sentil Pengusaha Soal Emak-Emak Ngeluh Minyak Mahal: Kan Sudah Untung Banyak
Harga Cabai Mahal, Mendag Zulkifli Ibaratkan Penyakit Kambuhan
Ini Sebab Harga Pangan Tengah Mahal Versi Mendag Zulkifli Hasan
Mendag Zulkifli Kaget Harga Pangan Semua Mahal, Cabai Rawit Capai Rp110.000 per Kg
Sejumlah Bahan Pokok di Riau Kompak Naik, Harga Cabai Makin Pedas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini