Polemik Blok Masela bikin Indonesia kehilangan Rp 54 T per tahun

Senin, 2 November 2015 21:14 Reporter : Saugy Riyandi
Polemik Blok Masela bikin Indonesia kehilangan Rp 54 T per tahun Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Pemerintah bakal kehilangan potensi pendapatan (opportunity loss) sebesar USD 4 miliar setiap tahun atas keterlambatan penyelesaian proyek pengembangan lapangan gas Abadi, blok Masela, di lepas pantai Maluku. Keterlambatan tersebut lantaran adanya polemik antaran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RIzal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said.

"Sesuai rencana, pada tahun 2024 FLNG Abadi mulai beroperasi (onstream) dan menghasilkan gas sebesar 1.200 mmscfd (juta kaki kubik per hari), dan kondensat 24.000 bpd (barrel per hari), yang akan menghasilkan sekitar USD 4 miliar per tahun. Artinya, setiap keterlambatan satu tahun penyelesaian proyek maka pemerintah Indonesia akan kehilangan potensi pendapatan (opportunity loss) sebesar USD 4 miliar," ujar Staf Ahli Dirut Pertamina Aussie Gautama di Jakarta, Senin (2/11).

Dia menegaskan skema kapal LNG terapung sudah dikaji para operator Blok Masela selama dua tahun dengan membentuk dua tim kerja. Hal ini menjadi bukti operator tersebut telah merupakan operator yang serius bekerja.

"Mereka sudah melihat semua aspek. Kalau opsinya kilang LNG di darat, maka harus membangun tiga unit instalasi yang rumit, yaitu FPSO (floating production storage and offloading), pipa gas bawah laut sepanjang 600 km, dan kilang LNG-nya sendiri. Sementara kalau kilang LNG di laut FLNG), maka hanya membangun satu unit FLNG saja," pungkas Aussie.

Berdasarkan data SKK Migas, dalam rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) INPEX Corporation, selaku operator blok Masela akan menggelontorkan investasi sebesar USD 30 miliar, dan paling tidak akan menghasilkan USD 113 miliar sepanjang proyek berlangsung. Angka penghasilan tersebut adalah angka minimal yang sudah disepakati dengan SKK Migas. [sau]

Topik berita Terkait:
  1. Blok Masela
  2. Migas
  3. ESDM
  4. SKK Migas
  5. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini